IHSG Makin Tertekan di Penutupan Sesi I, Anjlok 0,6 Persen ke Level 6.093
- Antara
MGNA Pimpin Top Gainers
Saham PT Magna Investama Mandiri Tbk (MGNA) menjadi saham dengan penguatan paling tinggi pada perdagangan sesi I. Saham MGNA melonjak 27,7 persen ke level Rp115.
Di posisi berikutnya terdapat saham PT Dwi Guna Laksana Tbk (DWGL). Saham tersebut melesat 18,18 persen hingga mencapai Rp338.
Sementara itu, saham PT Electronic City Indonesia Tbk (ECII) juga mencatatkan kenaikan signifikan. Saham ECII menguat 13,8 persen ke level Rp173.
Penguatan berikutnya dicatatkan saham PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk (MTWI), yang naik 13,2 persen menjadi Rp274.
Adapun saham PT Mitra Energi Persada Tbk (KOPI) menguat 10,5 persen ke level Rp230.
MCAS hingga KDTN Jadi Top Losers
Di sisi berlawanan, sejumlah saham mencatatkan penurunan tajam dan masuk daftar top losers pada perdagangan sesi I.
Saham PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) menjadi salah satu saham dengan pelemahan terdalam setelah merosot 14,8 persen ke level Rp276.
Saham PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO) menyusul dengan penurunan sebesar 14,2 persen menjadi Rp10.525.
Kemudian saham PT Saranacentral Bajatama Tbk (BAJA) terkoreksi 13,3 persen ke level Rp194.
Tekanan juga terjadi pada saham PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL), yang melemah 10 persen menjadi Rp250.
Sementara itu, saham PT Puri Sentul Permai Tbk (KDTN) turun 9,3 persen ke level Rp290.
IHSG Masih Tertekan Jelang Penutupan
Pergerakan IHSG pada sesi I menunjukkan tekanan pasar masih cukup kuat. Hal itu terlihat dari jumlah saham yang melemah mencapai 489 saham, jauh lebih banyak dibandingkan 184 saham yang menguat.
Dari sisi sektoral, sembilan sektor berada di zona merah, sementara hanya sektor kesehatan yang mampu mencatatkan penguatan tipis.
IHSG pun harus terkoreksi 0,6 persen atau 36,9 poin ke level 6.093,5 pada penutupan sesi I. Nilai transaksi yang telah mencapai Rp16,8 triliun menunjukkan aktivitas perdagangan tetap berlangsung cukup tinggi di tengah tekanan indeks.
Sementara sejumlah saham masih mampu mencatatkan kenaikan, seperti BRPT dan MAPI dari kelompok LQ45 serta MGNA, DWGL, ECII, MTWI, dan KOPI yang masuk jajaran saham dengan penguatan terbesar. Sebaliknya, MCAS, MPRO, BAJA, PRDL, dan KDTN menjadi saham yang mengalami tekanan paling dalam pada sesi I.
