Ekspor Juni 2026 Capai US$25,46 Miliar, BPS Ungkap Komoditas Pendorongnya

Aktivitas di Terminal Peti Kemas (TPK) Pelabuhan Tanjung Emas Semarang
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Aji Styawan

Jakarta, VoxPop – Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono melaporkan, total nilai ekspor bulan Juni 2026 mencapai US$25,46 miliar atau naik 8,84 persen secara year-on-year (yoy).

img_title Nilai Tukar Petani Meningkat 0,15 Persen di Juli 2026

Dia merinci, ekspor migas tercatat mencapai US$1,07 miliar atau turun 3,78 persen, sementara ekspor non-migas sebesar US$24,39 miliar atau naik 9,46 persen (yoy).

"Komoditas yang menjadi pendorong ekspor Juni 2026 yakni dari kelompok non-migas, utamanya komoditas bahan bakar mineral yang naik 49,67 persen," kata Ateng dalam konferensi pers di kantor BPS, Jakarta, Rabu, 3 Agustus 2026.

img_title Indonesia Alami Defisit Neraca Perdagangan US$450 Juta di Bulan Juni 2026

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono

Photo :
  • [Istimewa]

"Sementara ekspor nikel naik 69,30 persen, dan minyak lemak hewan dan nabati naik 10,45 persen," ujarnya.

img_title Didorong Makanan, Minuman dan Tembakau, BPS Catat Deflasi 0,14 Persen pada Juli 2026

Sementara dari sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan mencatat nilai ekspor sebesar US$0,49 miliar, sektor pertambangan sebesar US$3,03 miliar, dan sektor pengolahan sebesar US$20,88 miliar.

Ateng menjelaskan, terjadi penurunan pada ekspor sektor pertanian sebesar 11,36 persen (yoy), yang disebabkan oleh anjloknya ekspor sejumlah komoditas seperti misalnya kopi, buah buahan, tanaman obat, aromatik rempah-rempah, dan cengkeh.

Sementara jika dilihat secara akumulatif yakni sejak Januari-Juni 2026, Ateng melaporkan bahwa ekspor Indonesia tercatat sebesar US$140,81 miliar atau naik 4,13 persen (yoy).

"Dengan nilai ekspor non-migas tercatat mencapai sebesar US$134,58 miliar, atau naik 4,90 persen (yoy)," ujarnya.

Diketahui, sebelumnya Ateng melaporkan bahwa neraca perdagangan Indonesia pada Juni 2026 tercatat defisit sebesar US$450 juta, akibat tingginya impor dibandingkan ekspor nasional.

Dimana, impor Juni 2026 tercatat mencapai US$25,91 miliar atau naik 34,27 persen secara year-on-year (yoy), dibandingkan dengan ekspor yang hanya mencapai US$25,46 miliar atau naik 8,84 persen (yoy).

"Neraca perdagangan barang pada Juni 2026 mengalami defisit sebesar US$0,45 miliar (US$450 juta)," kata Ateng.

Dia menjelaskan, nilai ekspor migas yang tercatat sebesar US$1,07 miliar atau turun 3,78 persen, berbanding dengan nilai ekspor non-migas yang naik 9,46 persen dengan nilai sebesar US$24,39 miliar pada Juni 2026

Kenaikan nilai ekspor Juni 2026 utamanya didorong oleh ekspor non-migas dari beberapa komoditas, antara lain yakni bahan bakar mineral (HS27) naik 49,67 persen, nikel dan barang daripadanya (HS75) naik 69,30 persen, lemak minyak hewani/nabati (HS15) naik 10,45 persen.

Sementara nilai impor Juni 2026 yang mencapai US$25,91 miliar atau naik 34,27 persen (yoy), terdiri dari impor migas yang mencapai US$4,56 miliar atau naik 105,15 persen (yoy).

Kapal pengangkut peti kemas di Terminal Peti kemas Bitung, Sulawei Utara

Impor RI Meroket 34,27 Persen hingga US$25,9 Miliar di Juni 2026, Ini Biang Keroknya

Tercatat impor Juni 2026 mencapai US$25,91 miliar atau naik 34,27 persen (yoy), dibandingkan dengan ekspor yang hanya mencapai US$25,46 miliar atau naik 8,84 persen (yoy)

img_title
VoxPop.co.id
3 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut