Pemerintah Perlu Gandeng Pelaku Berskala Global Bangun Industri Protein Nasional

Ilustrasi makanan berprotein.
Sumber :
  • U-Report

Jakarta, VoxPop – Ekonom sekaligus Policy and Program Director Prasasti Center for Policy Studies (Prasasti), Piter Abdullah, menilai pemerintah perlu memperkuat kemitraan dengan pelaku industri protein berskala global sebagai bagian dari strategi membangun industri protein nasional yang terintegrasi, berdaya saing, dan berkelanjutan.

img_title Iklim Bisnis dan Prospek Manufaktur Masih Ekspansif di Kuartal II-2026, BPS Beberkan Datanya

Menurut Piter, pembangunan industri protein tidak cukup hanya mengandalkan peningkatan produksi, tetapi membutuhkan ekosistem yang didukung investasi, teknologi, distribusi, serta koordinasi yang kuat antara pemerintah dan pelaku usaha.

"Saya kira memang seharusnya kita bekerja sama dengan pelaku industri protein berskala global. Itu bagian dari orkestrasi. Mereka telah menunjukkan bagaimana industri protein bisa berkembang melalui produksi massal yang efisien," kata Piter di Jakarta, Selasa.

img_title Opsi Pembiayaan Geser ke Platform Digital, OJK: Utang Pinjol Masyarakat Capai Rp 105 Triliun Per Juni 2026

Ia menjelaskan tantangan utama penyediaan protein nasional selama ini bukan semata persoalan produksi, melainkan belum terbangunnya orkestrasi kebijakan yang mampu menyatukan seluruh mata rantai penyediaan protein dari hulu hingga hilir.

"Untuk beberapa sumber protein seperti daging sapi memang pasokannya masih kurang. Namun sumber protein tidak hanya berasal dari daging. Di banyak daerah, terutama Indonesia bagian timur, potensi ikan justru sangat melimpah," ujarnya.

img_title Lixil Dorong Transformasi Lanskap Arsitektur Nasional Lebih Berkelanjutan

Menurut dia, persoalan mendasar justru terletak pada belum optimalnya sistem distribusi serta belum adanya kebijakan yang mampu mengintegrasikan produksi, logistik, investasi, hingga akses pasar secara menyeluruh.

"Masalahnya kita belum memiliki sistem distribusi yang memadai dan belum memiliki kebijakan yang benar-benar mendukung distribusi tersebut. Dengan kata lain, kita belum memiliki orkestrasi yang baik," katanya.

Piter menjelaskan bahwa orkestrasi bukan sekadar koordinasi antarkementerian, melainkan penyelarasan seluruh instrumen yang memengaruhi ketersediaan protein nasional.

Kebijakan pemerintah, pembangunan infrastruktur logistik, pengembangan sentra produksi, investasi, distribusi, hingga akses pasar harus dirancang sebagai satu kesatuan agar pasokan protein dapat menjangkau masyarakat secara lebih merata.

Menurut dia, pendekatan tersebut juga penting untuk menjawab berbagai tantangan struktural yang masih dihadapi pelaku usaha protein di dalam negeri. Banyak peternak, nelayan, koperasi, maupun pelaku usaha skala kecil masih menghadapi keterbatasan akses terhadap pembiayaan, sarana produksi yang berkualitas, teknologi modern, serta jaringan pemasaran yang lebih luas sehingga produktivitas dan daya saingnya belum berkembang optimal.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut