Kepala BGN Ungkap Potensi Penerima MBG Berkurang 6 Juta, Ada Temukan Data Ganda di Berbagai Instansi
Sudaryono mengatakan koordinasi dilakukan dengan berbagai kementerian yang memiliki data terkait peserta didik maupun masyarakat penerima manfaat.
Beberapa instansi yang terlibat dalam proses penyelarasan data tersebut antara lain:
- Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen)
- Kementerian Agama
- Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN
- Kementerian Kesehatan
Melalui integrasi data tersebut, pemerintah berharap identitas penerima manfaat dapat dipastikan hanya tercatat satu kali dalam sistem nasional.
"(Agar) datanya tuh saling ngobrol gitu sehingga kita betul-betul menemukan sebetulnya tuh. Jadi, tidak ada double identitas," ujar Sudaryono.
Evaluasi Penerima MBG Terus Dilakukan
Sudaryono menegaskan proses penyisiran data masih terus berlangsung. Oleh karena itu, jumlah penerima manfaat MBG masih berpotensi mengalami perubahan seiring selesainya proses validasi dan pemadanan data antarkementerian.
Evaluasi ini dilakukan bukan untuk mengurangi akses masyarakat terhadap Program Makan Bergizi Gratis, melainkan memastikan setiap penerima tercatat secara tepat dan tidak ada satu orang yang memperoleh alokasi berdasarkan identitas ganda.
Dengan pembaruan data tersebut, pemerintah berharap pelaksanaan MBG menjadi lebih tepat sasaran serta meningkatkan akurasi dalam penyaluran program.
Temuan sekitar 6 juta data ganda ini menjadi bagian dari upaya pemerintah membangun sistem pendataan yang lebih terintegrasi. Proses sinkronisasi lintas kementerian dan lembaga pun terus dilakukan agar data penerima manfaat benar-benar valid sebelum digunakan sebagai dasar penyaluran Program Makan Bergizi Gratis.
Hasil penyisiran tersebut nantinya akan menjadi dasar penyesuaian jumlah penerima MBG secara nasional sehingga seluruh bantuan dapat disalurkan kepada masyarakat yang memang memenuhi kriteria sebagai penerima manfaat.
