Presiden Prabowo Subianto Dorong BRIN Kaji Bensin Campur Etanol E100, Transisi Energi Masuk Babak Baru
- Biro Pers Sekretariat Presiden
Presiden Soroti Inovasi Energi dan Pengolahan Sampah
Selain membahas pengembangan bahan bakar berbasis nabati, Presiden Prabowo juga memberikan perhatian terhadap berbagai inovasi teknologi yang dipamerkan BRIN.
Salah satu yang menarik perhatian Presiden adalah teknologi pengolahan sampah organik melalui Lahsamor serta teknologi pirolisis yang mampu mengubah sampah menjadi sumber energi.
Menurut Arif, teknologi tersebut telah diterapkan di puluhan lokasi dan memiliki berbagai kapasitas pengolahan.
"Teknologi ini sudah diterapkan di 80 titik. Kemudian juga ada teknologi PSEL yang skala besar 100 ton per day, ada juga yang 50 ton per day, dan ada banyak variasi teknologi sampah ini," ujarnya.
Teknologi tersebut dinilai memiliki potensi untuk membantu penyelesaian persoalan sampah sekaligus menghasilkan energi yang dapat dimanfaatkan masyarakat, termasuk nelayan.
Teknologi ANG Diklaim Bisa Hemat Rp26 Triliun
Dalam sektor energi, Presiden juga menyoroti pengembangan teknologi Absorbed Natural Gas (ANG) yang tengah dikembangkan BRIN.
Teknologi ini memungkinkan gas CNG disimpan dalam tabung bertekanan sekitar 30 bar sehingga dinilai lebih efisien.
Arif mengklaim apabila teknologi tersebut diterapkan secara luas, Indonesia berpotensi menghemat anggaran hingga Rp26 triliun setiap tahun.
"Kalau ini diterapkan maka bisa menghemat Rp26 triliun per tahun terkait dengan energi ini. Nah ini riset terus kita lakukan, ini sedang kita uji coba, mohon doanya kalau ini bisa kita kembangkan lebih jauh ini akan menjadi revolusi energi di Indonesia," tuturnya.
Menurutnya, riset terhadap teknologi ANG masih terus berlangsung sebelum nantinya dapat dikembangkan dalam skala yang lebih luas.
Prabowo Tinjau Inovasi Genteng Ramah Lingkungan hingga Pesawat Amfibi
Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo juga mencermati sejumlah inovasi lain hasil pengembangan BRIN.
Salah satunya adalah teknologi genteng ramah lingkungan yang dibuat dari limbah kelapa sawit dan kelapa. Produk tersebut menjadi salah satu contoh pemanfaatan limbah menjadi material bangunan bernilai tambah.
Selain itu, Presiden turut menaruh perhatian terhadap pesawat amfibi N-219 hasil pengembangan PT Dirgantara Indonesia (PTDI) bersama BRIN.
Menurut Arif, pesawat tersebut memiliki keunggulan karena dapat lepas landas dan mendarat di atas permukaan air sehingga tidak membutuhkan pembangunan landasan pacu atau runway.
