Presiden Prabowo Subianto Dorong BRIN Kaji Bensin Campur Etanol E100, Transisi Energi Masuk Babak Baru

Presiden Prabowo Subianto
Sumber :
  • Biro Pers Sekretariat Presiden

Jakarta, VoxPop – Presiden Prabowo Subianto meminta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melakukan kajian menyeluruh terkait penerapan bahan bakar campuran berbasis nabati, termasuk uji coba bensin yang dicampur etanol hingga kadar 100 persen atau E100. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mempercepat transisi energi sekaligus memperkuat kemandirian energi nasional.

img_title Kemendiktisaintek Ungkap Penulis Utama Paper Nobel MBG Catut Nama Prabowo: Bukan Guru Besar dan Dosen

Permintaan tersebut disampaikan Presiden Prabowo dalam pertemuan bersama sekitar 150 peneliti BRIN. Selain membahas campuran bensin dan etanol, Presiden juga meminta BRIN mengkaji implementasi biodiesel dengan kadar campuran bahan nabati yang lebih tinggi, mulai dari B60 hingga B100.

Kepala BRIN Arif Satria mengatakan lembaganya diminta menghitung secara komprehensif berbagai implikasi teknis maupun kebijakan apabila Indonesia meningkatkan penggunaan bahan bakar berbasis energi terbarukan.

img_title BRIN Jawab Kekhawatiran Kebocoran Data dalam Proyek Satelit Lampung-1

"Nah kemudian juga kembali soal energi tadi, kita diminta untuk mengkaji apa implikasi kalau kita terapkan B60, apa implikasi kalau kita terapkan B100, kemudian bagaimana kalau E30 ya karena Brazil sudah sampai E100. Jadi BRIN diminta untuk mengkaji secara holistik policy terkait dengan energi ini," kata Arif usai pertemuan peneliti BRIN dengan Presiden Prabowo Subianto, Jumat, 7 Agustus 2026.

BRIN Diminta Kaji Implementasi Bensin Campur Etanol

img_title BRIN Klaim Teknologi ANG Bisa Hemat Subsidi LPG hingga Rp26 Triliun per Tahun

Arif menjelaskan, Presiden ingin setiap kebijakan terkait transisi energi didasarkan pada hasil riset yang komprehensif. Oleh karena itu, BRIN akan mengkaji dampak penerapan campuran etanol dalam bensin dengan berbagai tingkat komposisi, mulai dari E30 hingga kemungkinan menuju E100.

Kajian tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari kesiapan teknologi, ketersediaan bahan baku, dampak terhadap kendaraan, hingga implikasi terhadap kebijakan energi nasional.

Indonesia sendiri masih berada pada tahap awal dalam penggunaan etanol sebagai campuran bensin. Saat ini, implementasi pencampuran etanol ke dalam bensin baru mencapai sekitar 5 persen.

Sementara itu, untuk bahan bakar jenis solar, Indonesia telah menerapkan biodiesel dengan campuran bahan nabati sebesar B50. Presiden kini meminta BRIN menghitung konsekuensi apabila kadar campuran tersebut ditingkatkan menjadi B60 hingga B100.

Arif mencontohkan Brasil sebagai salah satu negara yang telah berhasil menerapkan bahan bakar etanol dengan kadar sangat tinggi hingga E100. Pengalaman negara tersebut menjadi salah satu referensi dalam kajian yang akan dilakukan BRIN.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut