Harga Emas Antam Anjlok Rp29.000, Emas Dunia Berbalik Menguat di Tengah Gejolak Minyak dan Suku Bunga
- Antara.
Penguatan ini terjadi setelah pasar mulai mencerna berbagai sentimen global, terutama terkait pergerakan harga energi dan arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat.
Gejolak Minyak Dorong Kekhawatiran Inflasi
Pergerakan harga emas dunia dipengaruhi lonjakan harga minyak yang terjadi setelah muncul laporan bahwa Iran tengah mengkaji pembatasan bagi kapal-kapal yang dianggap bermusuhan untuk melintas di Selat Hormuz.
Laporan tersebut memicu kenaikan harga minyak lebih dari US$3 per barel, sekaligus meningkatkan kekhawatiran terhadap potensi kenaikan inflasi global.
Analis pasar American Gold Exchange, Jim Wyckoff, menilai kenaikan harga energi dapat meningkatkan tekanan inflasi karena biaya produksi yang lebih tinggi berpotensi diteruskan kepada konsumen.
Menurutnya, kondisi tersebut dapat membuat bank sentral mempertahankan suku bunga tinggi dalam waktu yang lebih lama guna mengendalikan inflasi.
Kebijakan The Fed Masih Jadi Sorotan Pasar
Selain harga minyak, perhatian investor juga tertuju pada arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve (The Fed).
Pasar kini menunggu data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang diperkirakan menjadi salah satu indikator penting dalam menentukan langkah The Fed pada pertemuan berikutnya.
Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan September mencapai sekitar 57 persen, sedangkan kemungkinan kenaikan pada Desember meningkat menjadi 84 persen.
Prospek suku bunga yang lebih tinggi umumnya menjadi sentimen negatif bagi emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil seperti instrumen investasi berbunga. Akibatnya, biaya peluang (opportunity cost) memegang emas menjadi lebih besar ketika suku bunga meningkat.
Di sisi lain, Senior Market Strategist StoneX Bob Haberkorn mengatakan arus dana investor mulai kembali mengalir ke pasar emas setelah sejumlah level teknikal penting berhasil ditembus pada perdagangan sebelumnya.
Meski sempat menguat tajam dalam beberapa hari terakhir, harga emas dunia masih berada sekitar 24 persen di bawah rekor tertinggi sepanjang masa di level US$5.594,82 per troy ons yang tercatat pada akhir Januari. Kondisi tersebut menunjukkan pergerakan harga emas global masih dipengaruhi berbagai sentimen ekonomi dan geopolitik yang berkembang di pasar internasional.
