Survei BI: Harga Properti Residensial Masih Naik pada Kuartal II 2026, Penjualan Rumah Mulai Pulih

ilustrasi perumahan (dok: BP Tapera)
Sumber :
  • VoxPop.co.id/Anisa Aulia

Jakarta, VoxPop Bank Indonesia (BI) melaporkan harga properti residensial di pasar primer masih mengalami kenaikan pada kuartal II 2026. Meski pertumbuhannya masih terbatas, hasil survei bank sentral menunjukkan adanya perbaikan dibandingkan kuartal sebelumnya.

img_title Cadangan Devisa Juli 2026 Capai US$145,3 Miliar, BI: Setara Pembiayaan 5,5 Bulan Impor

Temuan tersebut tercermin dalam Survei Harga Properti Residensial (SHPR) yang dirilis Bank Indonesia pada Jumat, 7 Agustus 2026. Survei itu menunjukkan Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) tumbuh 0,69 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada kuartal II 2026.

Angka tersebut sedikit lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada kuartal I 2026 yang tercatat sebesar 0,62 persen (yoy).

img_title Bank Indonesia Catat Uang Primer Tembus Rp2.254,5 Triliun pada Juli 2026, Tumbuh 17,1 Persen

"Hasil Survei Harga Properti Residensial (SHPR) Bank Indonesia menunjukkan harga properti residensial di pasar primer pada triwulan II 2026 secara tahunan meningkat terbatas," tulis BI dalam keterangan resminya.

Harga Rumah Masih Mengalami Kenaikan Terbatas

img_title BI Catat Transaksi QRIS Semester I-2026 Capai 12,55 Miliar, Nilainya Tembus Rp 600 Triliun

Hasil survei menunjukkan harga rumah di pasar primer masih bergerak naik, meskipun laju kenaikannya belum terlalu tinggi.

Pertumbuhan IHPR yang meningkat dibandingkan kuartal sebelumnya mengindikasikan harga properti residensial tetap mengalami apresiasi di tengah kondisi pasar yang masih melakukan penyesuaian.

Kenaikan harga yang moderat tersebut juga menunjukkan pasar properti belum mengalami lonjakan harga yang signifikan, namun tetap mempertahankan tren positif.

Penjualan Rumah Mulai Membaik

Selain mencatat kenaikan harga, Bank Indonesia juga melihat adanya perbaikan pada aktivitas penjualan rumah di pasar primer.

Secara tahunan, penjualan properti residensial memang masih mengalami kontraksi sebesar 2,36 persen pada kuartal II 2026. Namun, penurunan tersebut jauh lebih kecil dibandingkan kontraksi 25,67 persen yang terjadi pada kuartal I 2026.

"Hasil survei mengindikasikan secara keseluruhan penjualan properti residensial di pasar primer membaik meski masih mengalami kontraksi sebesar 2,36 persen (yoy), tidak sedalam kontraksi pada triwulan sebelumnya sebesar 25,67 persen (yoy)," tulis BI.

Perbaikan penjualan tersebut menjadi sinyal bahwa aktivitas pasar properti mulai menunjukkan pemulihan setelah sempat mengalami tekanan pada awal tahun.

Rumah Tipe Kecil dan Besar Jadi Penopang

Bank Indonesia mencatat perbaikan penjualan terutama didorong oleh meningkatnya transaksi pada rumah tipe kecil dan rumah tipe besar.

Sementara itu, penjualan rumah tipe menengah masih belum menunjukkan peningkatan yang signifikan sehingga pertumbuhannya tetap terbatas dibandingkan segmen lainnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut