Pacu Daya Saing Bisnis, PTPN III Perkuat Transformasi Bisnis Karet Agar Berorientasi Keberlanjutan

PTPN III
Sumber :
  • [Istimewa]

Jakarta, VoxPop – Holding Perkebunan Nusantara, PT Perkebunan Nusantara III (Persero) atau PTPN III, terus memperkuat fundamental bisnis karet melalui transformasi strategi yang berorientasi pada keberlanjutan, peningkatan daya saing, dan penciptaan nilai jangka panjang.

img_title Punya Modal Rp1 Juta? Ini 12 Ide Bisnis yang Bisa Jadi Sumber Cuan Setiap Hari

Direktur Produksi dan Pengembangan PTPN III (Persero), Rizal H. Damanik menegaskan, transformasi bisnis karet tidak lagi cukup hanya dengan mengandalkan peningkatan volume produksi semata.

Menurutnya, daya saing perusahaan ke depan akan ditentukan oleh kemampuan mengelola aset biologis secara berkelanjutan, menghasilkan produk bernilai tambah tinggi, serta mengambil keputusan operasional yang berbasis data dan riset.

img_title Iklim Bisnis dan Prospek Manufaktur Masih Ekspansif di Kuartal II-2026, BPS Beberkan Datanya

"Dinamika industri komoditas global menuntut kita untuk terus beradaptasi. Melalui semangat Rethinking Rubber Exploitation, kita mengubah paradigma dari sekadar mengejar kuantitas produksi harian, menjadi pengelolaan biological asset yang sehat," kata Rizal dalam keterangannya, Jumat, 7 Agustus 2026.

PTPN III.

Photo :
  • Dokumentasi PTPN.
img_title BNI Catat Laba Bersih Rp10,8 Triliun Semester I-2026, Kredit Tumbuh 24,4 Persen

"Sehingga mampu memberikan produktivitas optimal, keuntungan yang berkelanjutan, serta memperkuat daya saing PTPN Group di pasar global," ujarnya.

Komitmen itupun diwujudkan melalui penyelenggaraan Rubber Business Strategy & Execution Forum bertajuk "Rethinking Rubber Exploitation", yang dilaksanakan di PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN), Bogor, sebagai anak usaha PTPN III (Persero).

Forum yang diinisiasi oleh Direktorat Produksi dan Pengembangan PTPN III (Persero) ini, dihadiri oleh Direksi Operasional Sub Holding, Direktur PT RPN, para pimpinan operasional, serta tim peneliti sebagai wadah untuk menyelaraskan arah kebijakan, memperkuat strategi bisnis, dan merumuskan langkah-langkah implementasi dalam menghadapi perubahan lanskap industri karet global.

Rizal menjelaskan, salah satu fokus utama transformasi tersebut adalah penerapan prinsip "diagnosis before decision", yaitu memastikan setiap keputusan teknis mulai dari pengaturan sistem sadap hingga penggunaan stimulansia, didasarkan pada hasil analisis kesehatan tanaman, kondisi kebun, serta perhitungan efisiensi biaya.

"Pendekatan ini diharapkan mampu menjaga kesehatan modal biologis (biological capital), memperpanjang umur produktif tanaman, sekaligus meningkatkan produktivitas secara berkelanjutan," kata Rizal.

Sebagai langkah konkret dalam menjawab tantangan pasar global, PTPN Group juga mendorong pergeseran orientasi produksi menuju produk bernilai tambah tinggi. Perusahaan menargetkan peningkatan komposisi produksi bahan baku cair berkualitas premium, seperti lateks pekat dan lembaran karet berkualitas tinggi, hingga mencapai rasio ideal 70 persen.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut