Pacu Daya Saing Bisnis, PTPN III Perkuat Transformasi Bisnis Karet Agar Berorientasi Keberlanjutan
- [Istimewa]
Jakarta, VoxPop – Holding Perkebunan Nusantara, PT Perkebunan Nusantara III (Persero) atau PTPN III, terus memperkuat fundamental bisnis karet melalui transformasi strategi yang berorientasi pada keberlanjutan, peningkatan daya saing, dan penciptaan nilai jangka panjang.
Direktur Produksi dan Pengembangan PTPN III (Persero), Rizal H. Damanik menegaskan, transformasi bisnis karet tidak lagi cukup hanya dengan mengandalkan peningkatan volume produksi semata.
Menurutnya, daya saing perusahaan ke depan akan ditentukan oleh kemampuan mengelola aset biologis secara berkelanjutan, menghasilkan produk bernilai tambah tinggi, serta mengambil keputusan operasional yang berbasis data dan riset.
"Dinamika industri komoditas global menuntut kita untuk terus beradaptasi. Melalui semangat Rethinking Rubber Exploitation, kita mengubah paradigma dari sekadar mengejar kuantitas produksi harian, menjadi pengelolaan biological asset yang sehat," kata Rizal dalam keterangannya, Jumat, 7 Agustus 2026.
PTPN III.
- Dokumentasi PTPN.
"Sehingga mampu memberikan produktivitas optimal, keuntungan yang berkelanjutan, serta memperkuat daya saing PTPN Group di pasar global," ujarnya.
Komitmen itupun diwujudkan melalui penyelenggaraan Rubber Business Strategy & Execution Forum bertajuk "Rethinking Rubber Exploitation", yang dilaksanakan di PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN), Bogor, sebagai anak usaha PTPN III (Persero).
Forum yang diinisiasi oleh Direktorat Produksi dan Pengembangan PTPN III (Persero) ini, dihadiri oleh Direksi Operasional Sub Holding, Direktur PT RPN, para pimpinan operasional, serta tim peneliti sebagai wadah untuk menyelaraskan arah kebijakan, memperkuat strategi bisnis, dan merumuskan langkah-langkah implementasi dalam menghadapi perubahan lanskap industri karet global.
Rizal menjelaskan, salah satu fokus utama transformasi tersebut adalah penerapan prinsip "diagnosis before decision", yaitu memastikan setiap keputusan teknis mulai dari pengaturan sistem sadap hingga penggunaan stimulansia, didasarkan pada hasil analisis kesehatan tanaman, kondisi kebun, serta perhitungan efisiensi biaya.
"Pendekatan ini diharapkan mampu menjaga kesehatan modal biologis (biological capital), memperpanjang umur produktif tanaman, sekaligus meningkatkan produktivitas secara berkelanjutan," kata Rizal.
Sebagai langkah konkret dalam menjawab tantangan pasar global, PTPN Group juga mendorong pergeseran orientasi produksi menuju produk bernilai tambah tinggi. Perusahaan menargetkan peningkatan komposisi produksi bahan baku cair berkualitas premium, seperti lateks pekat dan lembaran karet berkualitas tinggi, hingga mencapai rasio ideal 70 persen.
Strategi tersebut diharapkan mampu meningkatkan nilai jual produk, memperkuat posisi perusahaan di pasar internasional, serta menciptakan profitabilitas yang lebih berkelanjutan.
Rizal menambahkan, transformasi bisnis juga turut diperkuat melalui penataan dan klasterisasi lebih dari 87 ribu hektare kebun karet produktif, berdasarkan karakteristik dan potensinya. Kebun dengan produktivitas tinggi akan dikembangkan sebagai benchmark praktik terbaik, sementara kebun yang telah memasuki fase akhir produktivitas dioptimalkan nilai ekonominya sebelum memasuki program peremajaan secara berkelanjutan.
"Pendekatan ini memungkinkan pengelolaan aset yang lebih efektif, efisien, dan adaptif terhadap perubahan lingkungan bisnis," ujarnya.
