Tragedi Liga 4 Disorot FIFA dan AFC, PSSI Gelar Rapat Darurat!

Kiper PSIR, Raihan Alfariq
Sumber :
  • Persikabao

Jakarta, VoxPop – Tragedi kompetisi Liga 4 yang seharusnya menjadi panggung pembinaan pemain daerah justru berubah menjadi sorotan. Dalam beberapa pekan terakhir, sejumlah insiden keras di lapangan viral di media sosial dan memicu kritik publik. Situasi itu membuat PSSI bergerak cepat dengan menggelar emergency online meeting atau rapat darurat bersama asosiasi provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur.

img_title Panitia Piala Presiden 2026 Jawab Kritik Igor Tolic: Aturan 72 Jam Tak Berlaku untuk Turnamen Ini

Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Federasi menilai kejadian di level daerah kini tak lagi berdampak lokal, melainkan bisa menyeret reputasi sepak bola Indonesia secara keseluruhan, termasuk di mata FIFA dan AFC yang terus memantau perkembangan kompetisi nasional.

Rapat daring tersebut diikuti jajaran petinggi federasi, mulai dari Wakil Ketua Umum PSSI Zainudin Amali, Sekretaris Jenderal Yunus Nusi, anggota Exco Rudy Yulianto dan Kairul Anwar, Ketua Komite Disiplin Umar Husin, perwakilan Departemen Wasit Pratap Singh, hingga perwakilan PSSI Jawa Tengah, Jawa Timur, serta manajer dan panitia pelaksana Liga 4 di kedua provinsi.

img_title Permintaan Maaf Hilda Clarissa, Nakes yang Viral Usai Komentar soal Pasien BPJS Yurizal

Sekjen PSSI Yunus Nusi mengatakan, rapat darurat digelar atas arahan langsung Ketua Umum Erick Thohir dan Komite Eksekutif PSSI menyusul situasi yang dinilai sudah di luar kewajaran.

“Atas arahan Ketua Umum Bapak Erick Thohir dan Eksekutif Komite PSSI, terkait persoalan-persoalan luar biasa yang saat ini terjadi pada event-event sepak bola Indonesia, khususnya di Liga 4 di Jawa Timur dan Jawa Tengah, kami diminta untuk segera mengambil langkah tegas,” ujar Yunus dalam keterangan yang dikutip PSSI.

img_title Sosok Yurizal Tri Chaerawan, Pasien BPJS Viral di Threads: Gemar Touring hingga Berprofesi sebagai MC Wedding

Menurutnya, dampak insiden tersebut terasa luas karena cepat menyebar di media sosial dan mencoreng citra federasi.

“Akibat dari tindakan sejumlah pemain, media sosial menjadi sangat ramai dan mendiskreditkan nama sepak bola Indonesia, khususnya PSSI,” katanya.

Tak hanya evaluasi teknis, PSSI juga menyiapkan pengetatan regulasi. Hukuman ke depan disebut tidak akan berhenti di pemain saja.

“Apabila terjadi hal-hal luar biasa, maka akan dilakukan evaluasi serta penambahan regulasi Liga 4 untuk memberikan sanksi. Sanksi tersebut tidak hanya ditujukan kepada pemain, tetapi juga kepada pelatih, manajer, ofisial, bahkan kepada klubnya,” ujar Yunus.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut