Infantino Bikin Geger, FIFA Siap Akhiri Hukuman untuk Rusia

Presiden FIFA Gianni Infantino dengan trofi Piala Dunia Antarklub 2025
Sumber :
  • Miguel Martinez/Atlanta Journal-Constitution via AP, File

VoxPop – Presiden FIFA Gianni Infantino melempar sinyal kontroversial terkait masa depan sepak bola Rusia. Orang nomor satu di FIFA itu menyatakan keinginannya agar sanksi terhadap Rusia dicabut, meski negara tersebut masih dibayangi konflik berkepanjangan dengan Ukraina sejak 2022.

img_title Pesan Prabowo di Kongres PSSI 2026: Negara Tak Boleh Mematikan Mimpi Anak Indonesia Bela Timnas

Sejak invasi Rusia ke Ukraina pada Februari 2022, FIFA dan UEFA menjatuhkan larangan total terhadap tim nasional Rusia di semua level, baik putra maupun putri. Dampaknya, Rusia harus menepi dari berbagai turnamen elite, termasuk Piala Dunia 2022, kualifikasi Piala Dunia 2026, serta Euro 2024.

Namun, setelah lebih dari empat tahun berjalan, Infantino menilai sanksi tersebut tidak lagi relevan dan justru menimbulkan dampak negatif.

img_title Gianni Infantino Silahkan Pilih Mundur atau Dilengserkan

“Kita harus melakukan itu (mencabut hukuman Rusia). Tentu saja,” ujar Infantino kepada Sky Sports.

Menurut Infantino, larangan bermain di kompetisi resmi justru memperpanjang rasa frustrasi dan kebencian, bukan menjadi solusi atas konflik yang terjadi.

img_title Didukung Erick Thohir tapi Banyak Diprotes, Gianni Infantino Akhirnya Resmi Batalkan Rencana FIFA Jual Saham Piala Dunia

“Larangan ini tidak menghasilkan apa-apa. Justru hanya menciptakan lebih banyak rasa frustrasi dan kebencian,” tegasnya.

Infantino juga menyoroti masa depan pesepakbola muda Rusia. Ia meyakini banyak talenta muda, baik dari sektor putra maupun putri, yang seharusnya mendapat kesempatan berkembang melalui kompetisi internasional.

“Banyak anak perempuan dan laki-laki dari Rusia yang bisa bermain sepak bola di wilayah lain di Eropa, dan itu akan membantu perkembangan sepak bola,” kata Infantino.

Tak hanya Rusia, Infantino turut menyinggung polemik lain yang tengah mengemuka, yakni desakan sejumlah pihak agar FIFA menjatuhkan sanksi kepada Israel terkait konflik di Palestina. Namun, ia menolak gagasan tersebut.

Menurut Infantino, FIFA perlu mengevaluasi ulang aturan yang memungkinkan sebuah negara dilarang berkompetisi akibat keputusan politik pemerintahnya.

“Kami harus mempertimbangkan perubahan peraturan dan menetapkannya dalam undang-undang FIFA, bahwa kami tidak boleh melarang negara mana pun bermain sepak bola karena tindakan para pemimpin politik mereka,” ujarnya.

Infantino menutup pernyataannya dengan menegaskan pentingnya menjaga komunikasi dan hubungan antarnegara tetap terbuka melalui sepak bola. “Seseorang perlu menjaga hubungan tetap terbuka,” tutupnya.

Presiden RI Prabowo Subianto usai menonton pertandingan Timnas Indonesia vs Bahrain di Stadion GBK, Jakarta Pusat (sumber: Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden)

Prabowo Ajak Klub hingga Media Bersatu Wujudkan Mimpi Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2030

Prabowo mengajak klub, suporter, media, hingga seluruh elemen sepak bola Indonesia bersatu mewujudkan mimpi Timnas Indonesia tampil di Piala Dunia 2030.

img_title
VoxPop.co.id
3 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut