Gelar Piala Afrika Dicabut, Presiden Senegal Murka

Presiden Senegal, Bassirou Diomaye Faye
Sumber :
  • Instagram/prdiomaye

VoxPop – Presiden Senegal, Bassirou Diomaye Faye memerintahkan jajarannya untuk mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) setelah Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) mencabut gelar juara Piala Afrika 2025 dari Timnas Senegal dan memberikannya kepada Maroko

img_title Jumlah Imigran Tewas saat Masuki Ceuta dari Maroko Capai 90 Orang

Keputusan tersebut diumumkan setelah CAF mengabulkan banding Maroko terkait final yang berlangsung di Prince Moulay Abdellah Stadium, Rabat, pada 18 Januari 2026.

Dalam pernyataan resminya, Presiden Faye menyampaikan kekecewaan dan kemarahan atas keputusan tersebut. Ia menilai langkah CAF sebagai keputusan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah kompetisi.

img_title Ratusan Imigran Maroko Bentrok dengan Aparat Gegara Terobos Perbatasan Spanyol

Timnas Senegal Sadio Mane mengangkat piala usai mengalahkan Timnas Maroko dalam final Piala Afrika 2025

Photo :
  • Reuters

“Presiden Republik menegaskan bahwa Senegal mencatat dengan penyesalan dan kemarahan keputusan Dewan Banding CAF menghapus gelar Juara Afrika 2025 ke tim sepak bola nasional,” demikian bunyi rilis pemerintah Senegal.

img_title 69.500 Imigran Kembali ke Maroko, Korban Jiwa Capai 67 Orang

“Dihadapkan dengan keputusan yang belum pernah terjadi sebelumnya ini, ia meminta Pemerintah, khususnya Menteri yang bertanggung jawab atas Olahraga, untuk membuat semua pengaturan yang cepat dan ditunjukkan, dengan Federasi Sepakbola Senegal, untuk mengajukan banding yang sesuai di hadapan Pengadilan Arbitrase untuk Olahraga,” lanjut pernyataan tersebut.

Pencabutan gelar ini bermula dari protes yang diajukan Maroko atas jalannya laga final. Dalam pertandingan tersebut, Senegal menang 1-0 meski sempat meninggalkan lapangan selama kurang lebih 17 menit sebagai bentuk protes terhadap keputusan wasit.

Saat itu, Senegal merasa dirugikan setelah gol Abdoulaye Seck dianulir dan Maroko mendapatkan penalti. Aksi protes membuat pertandingan terhenti lebih dari 15 menit sebelum akhirnya dilanjutkan.

Final Piala Afrika Senegal vs Maroko

Photo :
  • Reuters

Setelah kembali ke lapangan, Senegal memastikan kemenangan lewat gol tunggal Pape Gueye. Namun, tindakan walk out tersebut kemudian dinilai melanggar regulasi pertandingan.

Mengacu pada Pasal 82, tim yang meninggalkan lapangan tanpa persetujuan wasit dapat dinyatakan kalah. Atas dasar aturan ini, CAF mengabulkan banding Maroko, mencabut gelar Senegal, dan menetapkan Maroko sebagai juara dengan kemenangan 3-0.

Keputusan ini sekaligus memastikan Maroko meraih gelar Piala Afrika untuk kedua kalinya sepanjang sejarah, mengakhiri penantian panjang selama 50 tahun.

Imigran Maroko Tiba di Pesisir Kota Ceuta

Gelombang Migran Ilegal Serbu Ceuta, Menlu Jerman Desak Komisi Eropa Lindungi Perbatasan

Hal itu menyusul masuknya migran ke wilayah kantong Spanyol di Afrika Utara, Ceuta, sebagaimana yang dilaporkan surat kabar Jerman Bild pada Minggu, 2 Agustus 2026.

img_title
VoxPop.co.id
2 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut