Media di Seluruh Dunia Kompak Kritik Cristiano Ronaldo usai Portugal Ditahan RD Kongo di Piala Dunia 2026: Dia Mematung
- REUTERS/Phil Noble
VoxPop – Media-media olahraga di seluruh dunia kompak melayangkan kritikan kepada Cristiano Ronaldo. Sang megabintang gagal membantu Portugal mengalahkan Republik Demokratik Kongo di Piala Dunia 2026.
Selecao das Quinas memulai Piala Dunia 2026 dengan tertatih-tatih di NRG Stadium, Houston, Kamis (18/6/2026) dii hari tadi WIB. Padahal, mereka sudah unggul sejak menit keenam setelah Joao Neves menanduk umpan dari Pedro Neto.
Namun, RD Kongo sukses menyamakan skor sebelum jeda turun minum melalui tandukan Yoane Wissa. Skor 1-1 pun bertahan hingga duel berakhir.
Cristiano Ronaldo bermain penuh selama 90 menit namun tidak bisa berbuat banyak. Dia melancarkan tiga kali tembakan namun tidak satu pun di antaranya yang tepat sasaran.
Penyerang megabintang berusia 41 tahun tersebut mendapatkan rating terendah di antara para starter Portugal menurut Sofascore. Ronaldo hanya mendapatkan nilai 6,1 dalam laga ini.
Performa Ronaldo menjadi sorotan mengingat Portugal merupakan salah satu tim unggulan. Sedangkan Kongo sudah 52 tahun absen di Piala Dunia, namun mereka bisa menyulitkan tim sekelas Portugal.
Sang penyerang Al Nassr menjadi bahan kritikan dari media-media di seluruh dunia. Media ternama Inggris, The Independent, menyoroti ego CR7 dalam laga ini, bahkan menyebut Ronaldo seperti patung.
“Sepuluh orang dan sebuah patung. Portugal mengorbankan satu Piala Dunia lagi untuk ego Cristiano Ronaldo,” tulis Independent.
“Performa tanpa gol Ronaldo melawan Republik Demokratik Kongo adalah peringatan terkini untuk Roberto Martinez,” tambahnya.
BRAND menyoroti dua peluang emas yang dipersembahkan oleh Francisco Conceicao. Namun, keduanya gagal dieksekusi dengan baik oleh Ronaldo.
“Cristiano Ronaldo memiliki dua peluang di dalam kotak penalti, tetapi pemain nomor 7 itu kehilangan kilaunya bahkan dalam aspek permainan tersebut. Sementara itu, Roberto Martínez menggantikan Bernardo Silva, Pedro Neto, dan Vitinha. Satu per satu, nama-nama besar tim Portugal ini meninggalkan lapangan. Semua kecuali satu,” tulisnya.
Media Spanyol, AS, menekankan bahwa Ronaldo telah membawa Portugal ke dalam lubang depresi. Performanya dianggap mengecewawakan.
“Dalam penampilan Piala Dunia keenamnya, hasil bagi legenda Madeira itu sama mengecewakannya dengan yang sebelumnya. Pemain bagus, niat baik, reputasi hebat... dan sedikit yang bisa ditunjukkan. Hasil imbang melawan Republik Demokratik Kongo menjerumuskan Ronaldo dan tim nasional Portugal ke dalam depresi terdalam,” tulisnya.
L’Equipe tak ketinggalan. “Di pertandingan perdana pada Piala Dunia keenam Cristiano Ronaldo, Portugal memutuskan untuk memberikan karikatur itu sendiri kepada dunia,” tulis media asal Prancis tersebut.
La Gazzetta dello Sport dari Italia menganggap hasil pertandingan ini terlalu mudah ditebak. Cristiano Ronaldo pun dibandingkan dengan Lionel Messi yang sebelumnya sukses mencetak hattrick.
“Skenario pertandingan sudah jelas dan dapat diprediksi. Di tim Portugal asuhan Martínez, di Houston, ada masalah yang jelas: Cristiano Ronaldo. Pemain nomor 7 Portugal itu, yang bermain di Piala Dunia keenamnya, tidak mampu menanggapi hat-trick Lionel Messi,” tulisnya. (rda)
