Piala Dunia 2026 Gempar! 8 Pemain Tunisia Positif Doping, Penyebabnya Bikin Kaget

Timnas Tunisia
Sumber :
  • fifa.com

VoxPop – Piala Dunia 2026 kembali diwarnai kabar mengejutkan. Kali ini datang dari Timnas Tunisia yang dikabarkan memiliki delapan pemain dengan hasil tes doping tidak normal selama turnamen berlangsung.

img_title Didukung Erick Thohir tapi Banyak Diprotes, Gianni Infantino Akhirnya Resmi Batalkan Rencana FIFA Jual Saham Piala Dunia

Namun, setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut, penyebabnya diduga bukan karena penggunaan zat peningkat performa secara sengaja, melainkan berasal dari makanan yang dikonsumsi para pemain.

Menurut laporan Daily Mail, delapan pemain Tunisia menunjukkan jejak clenbuterol dalam tes doping. Zat tersebut masuk dalam daftar larangan World Anti-Doping Agency (WADA) karena dapat membantu melebarkan saluran pernapasan dan pernah disalahgunakan untuk meningkatkan performa atlet.

img_title AFC Nyatakan Solidaritas untuk UEFA dan CONCACAF, Tolak Rencana FIFA Jual Saham Piala Dunia

Meski demikian, hasil investigasi awal mengarah pada dugaan kontaminasi daging yang dikonsumsi skuad Tunisia selama bermarkas di Meksiko, salah satu tuan rumah Piala Dunia 2026.

Karena alasan tersebut, para pemain diperkirakan tidak akan menerima hukuman ataupun sanksi lanjutan.

img_title Spanyol, Inggris hingga Prancis Terancam Absen di Piala Dunia 2030, UEFA Ancam Boikot Kompetisi FIFA jika FFE Disetujui

Pihak klub dari para pemain yang bersangkutan juga telah diberi informasi mengenai situasi tersebut.

Diduga Berasal dari Daging Sapi

Kasus clenbuterol akibat makanan sebenarnya bukan hal baru di Meksiko.

Di negara tersebut, clenbuterol diketahui pernah digunakan secara ilegal sebagai zat pemacu pertumbuhan pada hewan ternak, khususnya sapi. Akibatnya, daging yang dikonsumsi manusia berpotensi mengandung residu zat tersebut.

Fenomena ini pernah menimpa sejumlah atlet internasional.

Pada Piala Emas CONCACAF 2011, lima pemain Timnas Meksiko sempat dinyatakan positif clenbuterol. Setelah penyelidikan, WADA menyimpulkan penyebabnya adalah daging yang terkontaminasi sehingga seluruh pemain dibebaskan dari segala tuduhan.

Kasus serupa juga terjadi di Piala Dunia U-17 2011 yang digelar di Meksiko. Saat itu, sebanyak 109 pemain tercatat memiliki jejak clenbuterol dalam tes doping. FIFA dan WADA akhirnya memutuskan tidak memberikan sanksi karena bukti mengarah pada kontaminasi makanan.

Menariknya, Timnas Meksiko saat itu justru lolos dari masalah tersebut karena sejak awal turnamen menerapkan pola makan khusus berupa ikan dan sayuran.

Aturan WADA

Sejak 2022, WADA mengeluarkan pedoman baru terkait temuan clenbuterol dalam jumlah sangat kecil.

Jika kadar clenbuterol di urine berada di bawah ambang tertentu, hasilnya tidak langsung dikategorikan sebagai pelanggaran doping, melainkan Atypical Finding (ATF) atau temuan tidak lazim.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut