Dunia Sedang Tidak Baik-baik Saja, FIFA Permalukan Piala Dunia 2026 dengan Keputusan Menguntungkan untuk Amerika Serikat

Pemain Timnas Amerika Serikat rakayan kemenangan atas Australia di Piala Dunia 2026
Sumber :
  • Instagram/usmnt

VoxPop – Piala Dunia 2026 diguncang kontroversi besar. FIFA menjadi sorotan setelah membatalkan hukuman larangan satu pertandingan untuk striker Timnas Amerika Serikat, Folarin Balogun, hanya beberapa saat setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump dikabarkan berbicara langsung dengan Presiden FIFA, Gianni Infantino.

img_title Didukung Erick Thohir tapi Banyak Diprotes, Gianni Infantino Akhirnya Resmi Batalkan Rencana FIFA Jual Saham Piala Dunia

Kasus ini memicu perdebatan luas karena dianggap membuka ruang intervensi politik terhadap keputusan olahraga.

Seorang pejabat pemerintah Amerika Serikat mengonfirmasi bahwa Trump memang menghubungi Infantino untuk meminta penjelasan terkait kartu merah yang diterima Balogun saat Amerika Serikat mengalahkan Bosnia dan Herzegovina 2-0.

img_title Erick Thohir Pasang Badan Dukung Rencana Baru FIFA, Singgung Ancaman Suspend 8 Tahun Indonesia Pasca Tragedi Kanjuruhan

Menurut pejabat tersebut, pemerintah AS bahkan menyerahkan bukti tambahan dalam proses banding yang kemudian menjadi pertimbangan dewan independen FIFA.

"Presiden ingin memahami mengapa kartu merah diberikan dan mengapa ada hukuman larangan bermain. Pemerintah Amerika Serikat memberikan bukti tambahan yang digunakan dalam proses banding. Pada akhirnya keputusan yang benar berhasil diambil," ujar pejabat tersebut.

img_title AFC Nyatakan Solidaritas untuk UEFA dan CONCACAF, Tolak Rencana FIFA Jual Saham Piala Dunia

Tak lama setelah proses banding selesai, FIFA mengumumkan Balogun terbebas dari hukuman larangan satu pertandingan.

Komite Disiplin FIFA memutuskan hukuman otomatis tersebut hanya ditangguhkan selama masa percobaan satu tahun. Dengan demikian, penyerang yang sudah mencetak tiga gol di Piala Dunia 2026 itu tetap bisa memperkuat Amerika Serikat saat menghadapi Belgia di babak 16 besar.

Trump pun langsung menyambut baik keputusan tersebut melalui akun Truth Social miliknya.

"Terima kasih kepada FIFA karena telah melakukan hal yang benar dan membatalkan ketidakadilan besar," tulis Trump.

Belgia dan Norwegia Mengamuk

Keputusan FIFA langsung memancing kemarahan Belgia.

Federasi Sepak Bola Belgia (RBFA) menilai FIFA telah menafsirkan aturan disiplin secara tidak konsisten dan kini sedang mempelajari berbagai jalur hukum yang dapat ditempuh untuk memprotes keputusan tersebut.

Tak hanya Belgia, pelatih Timnas Norwegia, Stale Solbakken, juga melontarkan kritik pedas.

Pelatih yang baru saja membawa Norwegia menyingkirkan Brasil itu menyebut FIFA telah membuat kesalahan besar yang bisa merusak kredibilitas Piala Dunia.

"Saya harus jujur, ini kesalahan besar dari FIFA. Dia mendapat kartu merah, VAR juga memastikan itu kartu merah. Artinya dia harus menjalani skorsing satu pertandingan," kata Solbakken.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut