Tak Sanggup Lagi, Lionel Scaloni Akhirnya Buka Suara soal Tuduhan Argentina dan Lionel Messi Dianakemaskan FIFA

Pelatih Timnas Argentina Lionel Scaloni
Sumber :
  • REUTERS/Agustin Marcarian

VoxPop – Pelatih Timnas Argentina, Lionel Scaloni, buka suara soal tuduhan publik terhadap timnya, terlebih Lionel Messi. Dia membantah bahwa timnya dianakemaskan FIFA.

img_title Gianni Infantino Silahkan Pilih Mundur atau Dilengserkan

La Albiceleste akan berlaga di babak perempat final Piala Dunia 2026 dengan menghadapi Swiss. Duel akan dilaksanakan di Kansas City pada Minggu (12/7/2026) pagi pukul 08.00 WIB.

Argentina melaju ke babak ini setelah berhasil meraih kemenangan dramatis namun kontroversial atas Mesir. Mereka bangkit dari ketertinggalan dua gol untuk mengamankan kemenangan dengan skor 3-2.

img_title Didukung Erick Thohir tapi Banyak Diprotes, Gianni Infantino Akhirnya Resmi Batalkan Rencana FIFA Jual Saham Piala Dunia

Gol-gol dari Cristian Romero, LIonel Messi, dan Enzo Fernandez mengubah keadaan. Namun, banyak yang mengkritisi keputusan wasit Francois Letexier, yang dianggap merugikan Mesir dan menguntungkan Argentina.

Ini merupakan narasi lanjutan atas tuduhan yang telah berkembang sejak Piala Dunia 2022. Argentina disinyalir dianakemaskan oleh FIFA hingga bisa meraih trofi pada empat tahun lalu di Qatar.

img_title Erick Thohir Pasang Badan Dukung Rencana Baru FIFA, Singgung Ancaman Suspend 8 Tahun Indonesia Pasca Tragedi Kanjuruhan

Sentimen negatif di media sosial ini dibawa ke konferensi pers jelang laga kontra Swiss. Lionel Scaloni dimintai respons atas klaim bahwa Argentina selalu dianakemaskan oleh FIFA.

Dia mengenang kembali Piala Dunia 1986 ketika La Albiceleste menjadi juara di Meksiko. Tim yang diperkuat Diego Maradona itu juga disebut mendapatkan perlakuan spesial, terlebih karena gol Tangan Tuhan di laga kontra Inggris.

Lionel Messi di Timnas Argentina

Photo :
  • REUTERS/Carlos Barria

"Pada tahun '86 mereka juga mengatakan bahwa kami mendapatkan perlakuan istimewa. Jadi, ini bukan hal baru,” kata Scaloni, dilansir media Argentina, TyC Sports.

Eks bek Lazio itu menyadari bahwa ada pihak yang tidak ingin Argentina menang dan itu normal. Sebab, sepak bola selalu memiliki sisi ini, ketika sejumlah pihak tidak menginginkan tim tertentu untuk menang.

“Seingat saya, Argentina selalu menjadi kekuatan yang patut diperhitungkan dalam turnamen ini, dan dalam beberapa hal, ini digunakan untuk menunjukkan kepada para pemain bahwa ada orang-orang yang tidak ingin Argentina menang, tetapi itu normal, sama seperti ada orang-orang yang tidak ingin tim lain menang,” katanya.

“Mungkin ada lebih banyak orang yang tidak ingin kami menang, dan kami memperhitungkannya. Para pemain memahaminya. Kami menggunakannya sebagai semacam pemberontakan untuk membuat mereka bermain lebih baik lagi," tambah Scaloni.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut