Fisioterapis Timnas Indonesia Gandeng Pakar Korea Selatan, Tingkatkan Penanganan Cedera Atlet

Fisioterapis Timnas Indonesia Datangkan Pakar Korea, Perkuat Penanganan Cedera Atlet Berbasis Sport Science
Sumber :
  • IST

Surabaya, VoxPop – Perkembangan sport science terus mengubah cara penanganan cedera atlet di berbagai negara. Agar kualitas fisioterapis Indonesia semakin mampu mengikuti standar internasional, jaringan klinik fisioterapi Bebas Cedera bersama Postural Science Academy (PSA) menghadirkan pakar rehabilitasi dan exercise medicine asal Korea Selatan, dr. Hong Jung Gi, dalam workshop bertajuk Pain & Exercise di Fitswell Wellness, Surabaya.

img_title 16 Orang Tewas Akibat Gelombang Panas di Korea Selatan, Suhu Tertinggi dalam 122 Tahun

Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi fisioterapis dan tenaga kesehatan untuk memperdalam pemahaman mengenai metode rehabilitasi modern yang berbasis bukti ilmiah (evidence-based practice). Selain mengikuti pemaparan materi, peserta juga diajak berdiskusi mengenai berbagai kasus cedera hingga mempraktikkan teknik asesmen dan exercise therapy yang kini banyak diterapkan dalam dunia olahraga profesional.

Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan fisioterapi di Indonesia, termasuk dalam mendukung proses pemulihan para atlet agar dapat kembali bertanding secara optimal.

img_title Jadwal Timnas Indonesia Vs Singapura di Piala AFF 2026: Duel Wajib Dimenangkan untuk Tim Asuhan John Herdman

Founder Bebas Cedera yang juga menjabat sebagai Sport Physiotherapist Timnas Indonesia sejak 2014, Asep Azis, menilai peningkatan kompetensi fisioterapis merupakan investasi penting bagi kemajuan olahraga nasional.

"Terima kasih kepada PSA yang sudah bekerja sama dengan Bebas Cedera. Harapannya ini bukan yang terakhir, tetapi menjadi awal untuk terus belajar bersama. Saya yakin melalui kegiatan seperti ini kualitas fisioterapis Indonesia akan terus meningkat sehingga semakin banyak masyarakat yang bisa hidup bebas dari cedera," ujar Asep.

img_title Nadeo Argawinata Punya Julukan dari Media Vietnam usai Timnas Indonesia Dipermalukan 0-3

Menurutnya, perkembangan ilmu rehabilitasi dan sports medicine berlangsung sangat cepat. Karena itu, para fisioterapis dituntut terus memperbarui pengetahuan agar mampu memberikan penanganan yang efektif sesuai perkembangan ilmu pengetahuan dan standar internasional.

Asep menambahkan, Bebas Cedera juga berkomitmen membangun budaya continuous professional development bagi seluruh fisioterapis. Melalui pendekatan tersebut, setiap tenaga fisioterapi didorong untuk terus mengikuti perkembangan teknologi rehabilitasi serta praktik berbasis bukti yang kini menjadi acuan dalam dunia olahraga modern.

Di sisi lain, Founder Postural Science Academy (PSA), Natasha Wilona, menyebut kolaborasi dengan Bebas Cedera menjadi awal dari upaya membangun budaya belajar berkelanjutan bagi fisioterapis Indonesia.

"Ini adalah kolaborasi pertama PSA dan Bebas Cedera. Saya senang sekali karena para fisioterapis di sini benar-benar haus akan ilmu dan ingin terus meningkatkan kualitas dirinya. Itu yang paling membuat saya terkesan," kata Natasha.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut