FIFA Selidiki Timnas Argentina Imbas Spanduk Politik Seusai Kemenangan atas Inggris di Semifinal Piala Dunia 2026
- REUTERS/Amanda Perobelli
VoxPop – FIFA dikabarkan tengah melakukan investigasi terhadap Timnas Argentina imbas dari pesan dari spanduk yang dibentangkan setelah laga kontra Inggris. Mereka menekankan bahwa Kepulauan Malvinas atau Falkland adalah milik Argentina.
La Albiceleste melaju ke final Piala Dunia 2026 setelah berhasil mengalahkan Inggris dengan skor 2-1. The Three Lions sempat unggul melalui Anthony Gordon, namun dibalikkan oleh Argentina melalui Enzo Fernandez dan Lautaro Martinez yang memanfaatkan umpan dari Lionel Messi.
Argentina akan bermain menghadapi Spanyol di final Piala Dunia 2026 yang akan dihelat di MetLife Stadium, New Jersey pada akhir pekan ini. Duel digelar pada Senin (20/7/2026) dini hari pukul 02.00 WIB.
Namun, ada insiden menarik perhatian setelah kemenangan atas Inggris. Para pemain Argentina merayakan kesuksesan tersebut dengan membawakan pesan soal konflik Kepulauan Falkland, atau Malvinas yang disengketakan oleh Britania dan Argentina.
Mereka membentangkan spanduk bertuliskan “Las Malvinas son Argentinas” yang berarti “Kepulauan Falkland adalah milik Argentina”. Pesan tersebut bernada politis yang mana berlawanan dengan larangan FIFA untuk menjauhkan sepak bola dari agenda politik.
Menurut kabar dari media Spanyol, AS, FIFA telah membuka investigasi untuk mencari informasi mengenai hal ini. Mereka mencari informasi lebih lanjut dari mereka yang terlibat dalam momen pembentangan spanduk tersebut.
Lebih lanjut, Diario Sport mengabarkan bahwa ada dua skenario yang dipertimbangkan. Ada hukuman finansial dan juga larangan bertanding yang bisa dibebankan kepada Federasi Sepak Bola Argentina (AFA).
Namun, yang paling memungkinkan adalah hukuman finansial, sebagaimana diklaim oleh Diario Sport. AFA akan mendengar keputusan FIFA dalam beberapa hari ke depan mengenai putusan hukuman.
Sejumlah pemain yang membentangkan pesan tersebut diprediksi tidak akan mendapatkan hukuman, termasuk Giovani Lo Celso. Dia disebut membawa banner tersebut ke lapangan sehingga bisa dipertimbangkan sebagai orang yang berpengaruh dalam insiden ini.
Sementara itu, Leandro Paredes menjelaskan dalam wawancara kepada BBC bahwa itu adalah bentuk untuk mewakili Argentina. “Kami melakukannya karena kami bermain untuk seluruh negeri,” kata gelandang AS Roma tersebut.
Sebelumnya, Argentina sudah pernah dihukum karena pesan serupa ketika hendak bermain menghadapi Slovenia dalam sebuah laga uji coba di tahun 2014 silam. Pada saat itu, AFA didenda senilai 20 ribu poundsterling oleh FIFA. (rda)
