Erick Thohir Dukung Rencana Kontroversial FIFA, Indonesia Berpotensi Raup Rp650 Miliar
- tvonenews.com - Ilham Giovani
VoxPop – Rencana Presiden FIFA Gianni Infantino membentuk badan komersial baru bernama FIFA Forward Enterprise (FFE) terus memicu perdebatan di dunia sepak bola. Di tengah gelombang penolakan dari sejumlah federasi dan konfederasi, Ketua Umum PSSI Erick Thohir justru menyatakan dukungannya terhadap proposal yang dinilai dapat membuka sumber pendanaan baru bagi pengembangan sepak bola dunia.
FFE merupakan entitas komersial yang dirancang untuk mengelola hak-hak bisnis FIFA dengan valuasi mencapai US$20 miliar atau sekitar Rp325 triliun. Melalui skema tersebut, FIFA disebut berencana melepas sebagian kepemilikan kepada investor swasta sebagai upaya memperoleh suntikan dana besar untuk berbagai program pengembangan sepak bola global.
Dalam wawancara dengan Sky News, Erick Thohir menilai Indonesia termasuk negara yang berpotensi memperoleh manfaat besar apabila rencana tersebut benar-benar direalisasikan. Menurutnya, transformasi sepak bola nasional yang sedang berjalan membutuhkan dukungan finansial yang berkelanjutan.
"Sepak bola Indonesia telah mengalami transformasi dalam tiga tahun terakhir - telah dibersihkan," ujar Erick Thohir dikutip dari Sky News.
Menpora Erick Thohir dalam acara konferensi pers Indonesia Super Cup 2026 Chelsea vs AC Milan
- Abdul Aziz Masindo/VoxPop.co.id
"Peringkat tim nasional telah turun dari 174 menjadi 118 - untuk melanjutkan transformasi ini, dibutuhkan pendanaan," lajutnya.
Dalam pandangan Erick Thohir, mekanisme kerja sama dengan investor bukanlah sesuatu yang asing di industri sepak bola. Ia menilai banyak kompetisi maupun liga profesional di berbagai negara telah lebih dulu menerapkan model bisnis serupa demi meningkatkan nilai komersial kompetisi.
"Jika anggota FIFA menyetujuinya, itu akan menunjukkan bahwa ada permintaan agar kesepakatan ini terjadi," katanya.
Hubungan erat antara Erick Thohir dan Gianni Infantino juga menjadi sorotan. Pada 2025 lalu, keduanya meresmikan FIFA Hub di Jakarta yang disebut sebagai pusat pengembangan sepak bola untuk kawasan Asia Tenggara dan Asia Timur.
Gianni Infantino dan Erick Thohir
- Instagram/@gianni_infantino
Keberadaan pusat FIFA tersebut dipandang sebagai salah satu bentuk kepercayaan organisasi sepak bola dunia terhadap perkembangan sepak bola Indonesia. Dukungan Erick terhadap proposal FFE pun dinilai sejalan dengan upaya memperkuat kerja sama strategis antara PSSI dan FIFA dalam jangka panjang.
Di sisi lain, muncul analisis yang menarik terkait rencana FIFA memperluas jumlah peserta Piala Dunia menjadi 64 tim. Jika format tersebut benar-benar diterapkan, peluang Indonesia tampil di putaran final Piala Dunia disebut akan meningkat secara signifikan berdasarkan posisi ranking FIFA saat ini.
Meski demikian, pembentukan FFE bukan tanpa penolakan. Sejumlah asosiasi sepak bola nasional, termasuk federasi-federasi di kawasan Eropa, mempertanyakan transparansi penyusunan proposal serta dampaknya terhadap masa depan kompetisi internasional.
UEFA menjadi salah satu pihak yang secara terbuka menunjukkan keberatan terhadap rencana tersebut. Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) juga dikabarkan menyampaikan kekhawatiran mendalam mengenai konsekuensi jangka panjang jika hak komersial FIFA dijual kepada investor swasta.
Gelandang Spanyol, Rodri mencium Piala Bola Emas di Piala Dunia 2026
- ANDERSEN / AFP
Sorotan lain muncul terkait calon investor yang dikabarkan akan terlibat dalam proyek tersebut. Sejumlah laporan menyebut dana investasi yang dikelola oleh saudara laki-laki menantu Presiden Amerika Serikat Donald Trump menjadi salah satu pihak yang dipertimbangkan sebagai investor utama dalam suntikan modal senilai US$4,2 miliar.
Rencana itu memunculkan pertanyaan mengenai tata kelola, independensi FIFA, hingga potensi pengaruh pihak luar terhadap penyelenggaraan turnamen terbesar di dunia. Sejumlah federasi juga khawatir tekanan untuk meningkatkan nilai investasi akan mendorong FIFA menggelar lebih banyak turnamen dengan skala yang semakin besar.
Kekhawatiran tersebut dinilai dapat berdampak pada padatnya kalender pertandingan internasional. Kondisi itu berpotensi memengaruhi kesehatan pemain, kompetisi domestik, hingga keseimbangan ekosistem sepak bola secara keseluruhan.
Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) pun ikut memberikan respons resmi terhadap proposal tersebut. Organisasi yang menaungi PSSI itu tidak secara langsung menolak, tetapi meminta FIFA memberikan waktu lebih panjang kepada seluruh anggota sebelum mengambil keputusan final.
"AFC sangat yakin bahwa waktu yang cukup harus diberikan untuk penilaian komprehensif, termasuk uji tuntas hukum dan tata kelola yang tepat, konsultasi yang bermakna, dan pertimbangan cermat tentang implikasi jangka panjang dari inisiatif tersebut," katanya.
Berdasarkan rencana yang beredar, keputusan mengenai pembentukan FIFA Forward Enterprise akan dibahas dalam waktu dekat. Jika disetujui oleh 211 asosiasi anggota FIFA, masing-masing federasi disebut berpotensi menerima distribusi dana sekitar US$40 juta sebagai bagian dari implementasi proyek tersebut. (fan)
