Keputusan Tepat RUU Sisdiknas Hilangkan Mapel Bahasa Inggris di SD

Guru dan siswa. (Foto ilustrasi).
Sumber :
  • vstory

VoxPop Edukasi – Pengamat pendidikan Mohammad Abduhzen mengatakan RUU Sisdiknas yang menghilangkan mata pelajaran Bahasa (Mapel) Inggris di jenjang Sekolah Dasar (SD) adalah keputusan yang tepat untuk optimalkan penggunaan bahasa ibu.

img_title Sekolah Rakyat Tingkat SD Disebut Sepi Peminat, Anggota DPR Minta Evaluasi Menyeluruh

"Saya kira itu sudah tepat. Untuk SD sebaiknya kita optimalkan penggunaan bahasa ibu utamanya untuk kelas-kelas rendah dan Bahasa Indonesia," ujarnya, Rabu (28/9).

Menurut dia penggunaan bahasa Indonesia sebagai pengantar dalam kegiatan belajar mengajar, dapat mengembangkan kecerdasan berbahasa.

img_title Terungkap! Pembunuh Bocah Perempuan di Sragen Residivis, Pelaku Juga Teman Ayah Sambung Korban

"Melalui praktik bahasa Ibu sebagai pengantar, bahasa Indonesia sebagai konten pelajaran kecerdasan berbahasa akan lebih berkembang," jelasnya.

 Selain itu, penggunaan bahasa Indonesia sebagai pengantar menurut dia akan menjadikan modal awal untuk murid mempelajari bahasa-bahasa lainnya.

img_title TKA SD-SMP Mapel Matematika-Bahasa Indonesia, Ribuan Murid Dapat Nilai Sempurna

 "Ini sebagai modal murid untuk mudah belajar bahasa-bahasa lainnya," ucapnya.

 Dengan adanya peraturan ini, Abduh tidak mengkhawatirkan akan terjadi kekurangan tenaga pengajar khusus bahasa asing karena tidak ada guru khusus yang diangkat pemerintah untuk jenjang SD.

 Berdasarkan pasal 81 ayat 1 RUU Sisdiknas versi Agustus 2022, yang termasuk muatan wajib bagi jenjang pendidikan dasar dan menengah adalah Pendidikan Agama, Pendidikan Pancasila, Bahasa Indonesia, Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam, Ilmu Pengetahuan Sosial, Seni dan Budaya, Pendidikan Jasmani dan Olahraga, Keterampilan/Kecakapan Hidup, dan Muatan Lokal. (antara)

Ilustrasi penangkapan pelaku kejahatan.

Nekat! Penjaga Sekolah Peras Anak SD Buat Main Judol, Berujung Ditangkap Polisi

Polisi meringkus seorang penjaga sekolah berinisial AS karena diduga melakukan pemerasan pada siswa SDN 001 Kecamatan Mantang. Uang hasil pemerasan dipakai untuk judol.

img_title
VoxPop.co.id
28 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut