Masih Bingung Duluan Ayam Apa Telur? Ini Jawabannya
- VoxPop/Nur Faishal
VoxPop Edukasi – Duluan Ayam Apa Telur?Sepanjang sejarah soal mana yang lebih dulu antara ayam dan telur melampaui peradaban manusia. Pasalnya, jawaban pertanyaan ini bisa dirunut dari zaman purba.
Sebagian besar ahli biologi menyatakan dengan tegas telur hadir lebih dulu. Hal tersebut merujuk pada konsep dasar, yaitu telur hanyalah sel kelamin wanita.
Sudut Pandang Evolusi
Ilustrasi Telur Ayam.
- vstory
Sementara itu, ahli lain melihat dari sudut pandang evolusi. Bahwa, telur yang kita kenal saat ini memiliki kulit keras atau telur ketuban atau ketuban adalah sebuah perubahan pada evolusi dunia hewan.
"Telur adalah langkah penting dalam evolusi [vertebrata], karena memungkinkan amnion untuk pergi semakin jauh dari udara," kata Koen Stein, ahli paleontologi di Institut Ilmu Pengetahuan Alam Kerajaan Belgia, seperti dikutip dari LiveScience.
Sebelum telur bercangkang keras hadir di dunia ini, vertebrata harus bergantung pada lingkungan perairan untuk bereproduksi. Sebagian besar amfibi masih mengalami keterbatasan ini, karena mereka perlu menjaga agar telur agar tetap lembab agar dapat bertahan hidup.
Menurut penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Current Biology, burung tidak muncul dalam catatan fosil dari pertengahan hingga akhir Jurassic, sekitar 165 juta hingga 150 juta tahun yang lalu.
Namun para ilmuwan di Pusat Keanekaragaman Hayati di University of Texas menggambarkan telur bercangkang pertama berevolusi jauh sebelum itu, sekitar 325 juta tahun yang lalu.
Artinya, kata Stein, telur datang "jauh sebelum ayam". Ia menyebutkan telur pertama ini kemungkinan lunak dan teksturnya kasar, seperti telur yang dibeli oleh reptil dan platipus saat ini.
Ayam Purba
Ilustrasi ayam.
- Istimewa
Ada banyak vertebrata darat yang bertelur ketuban macam ayam pada periode Carboniferous (359,2 hingga 299 juta tahun lalu), Permian (299 hingga 252,2 juta tahun lalu), dan Triassic (252,2 hingga 201 juta tahun lalu).
Namun, hewan yang paling terkenal adalah dinosaurus. Stein mempelajari beberapa cangkang telur dinosaurus paling awal yang diketahui, yang berasal dari periode awal Jurassic, sekitar 200 juta tahun lalu.
Telur-telur ini memiliki cangkang luar yang sangat tipis, tebalnya hanya sekitar 100 mikron. "Setebal rambut manusia," kata Stein.
