Laporan Dicabut Rektor UNRI, Mahasiswa Tetap Tuntut Biaya UKT Mahal Direvisi

Rektor UNRI Sri Indarti cabut laporan di Polda RIau
Sumber :
  • M Arifin (tvOne)

Riau – Mahasiswa Universitas Riau (UNRI) Khariq Anhar mengakui pelaporan akun yang menyangkut pribadi dirinya sudah dicabut oleh Rektor Sri Indarti.

img_title Organisasi Mahasiswa Katolik Perkuat Sinergi dengan Pemerintah

"Laporan sudah dicabut oleh Bu Rektor," jelas Khariq Anhar,, Senin (13/5/2024).

Namun, Khariq berharap persolaan kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT) UNRI tetap ada ruang diskusi untuk merevisi kebijakan tersebut.

img_title Pemerintah Terjunkan 1.476 Dosen hingga Mahasiswa ke 53 Kawasan Transmigrasi, Gali Potensi Daerah

"Dan tentu ke depannya kami berharap untuk terbuka lagi ruang-ruang diskusi dan juga kami tentu menginginkan aspirasi terkait UKT itu direvisi atau dibatalkan," jelasnya.

Rektor UNRI Sri Indarti cabut laporan di Polda RIau

Photo :
  • M Arifin (tvOne)
img_title Sudirman Said Ajak Aktivis Mahasiswa Membangun Kepemimpinan Intrinsik

Sebelumnya, Khariq Anhar membuat konten video yang mengkritik atas kebijakan naiknya Uang Kuliah Tunggal (UKT) UNRI dan viral di media sosial.

Atas video viral itu, Rektor Universitas Riau (UNRI) Prof Sri Indarti mendatangi Ditreskrimsus Polda Riau untuk melaporkan Khairiq Anhar. Namun, laporan tersebut kini sudah dicabutnya.

"Tadi saya sudah melakukan pencabutan laporan di depan langsung yang bersangkutan (Khariq Anhar) dan Kanit di Ditreskrimsus Polda Riau," jelas Sri Indarti.

Sri Indarti mengatakan awalnya dirinya melaporkan atas nama akun Aliansi Mahasiswa Penggugat, tapi ia kemudian mencabutnya karena pemilik akun tersebut mahasiswanya sendiri.

"Dengan bantuan penyidik Ditreskrimsus Polda Riau ternyata itu adalah akun dari mahasiswa saya sendiri. Oleh sebab itu kasus ini tidak kita lanjutkan," ungkap Rektor Unri. (M Arifin/Riau)

Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih

Trump Kaji Pungut Rp 1,8 Miliar Buat Mahasiswa Asing yang Ingin Bekerja di AS usai Lulus Kuliah

Trump sedang mengkaji kemungkinan menetapkan biaya 100.000 dolar AS (Rp1,8 miliar) untuk setiap mahasiswa asing yang ingin menetap dan bekerja di negara itu setelah lulus

img_title
VoxPop.co.id
31 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut