5 Fakta Menarik Usulan Ketua DPRD Jateng Gelar Kejuaraan Bela Diri untuk Cegah Tawuran Pelajar

Ilustrasi tawuran
Sumber :
  • Istimewa/Andrew Tito

Semarang, VoxPop – Tawuran antar pelajar masih menjadi persoalan serius di berbagai daerah di Indonesia, termasuk di Provinsi Jawa Tengah. Fenomena ini tidak hanya menimbulkan keresahan masyarakat, tetapi juga sering memakan korban luka bahkan jiwa. Dalam upaya menekan angka tawuran, Ketua DPRD Jawa Tengah, Sumanto, mengajukan gagasan menarik: menggelar kejuaraan bela diri sebagai sarana penyaluran energi anak muda.

img_title Tim SAR Turun Gunung Bantu Evakuasi Pelajar hingga Guru Terjebak Banjir di Padang

"Pelaku tawuran juga kerap menggunakan senjata tajam, sehingga tak jarang menimbulkan korban luka atau meninggal dunia. Pemerintah perlu menggelar berbagai kegiatan positif guna menyalurkan energi anak muda yang meluap-luap," kata Sumanto di Semarang, seperti dilansir dari Antara, Senin 9 Juni 2025. Berikut ini lima fakta menarik terkait usulan tersebut:

1. Bela Diri Diusulkan Jadi Solusi Alternatif Atasi Tawuran Pelajar

img_title Tawuran Antar Kelompok Remaja di Cilincing Jakut Pecah! Satu Orang Tewas Akibat Luka di Kepala dan Tangan Putus

Sumanto menyampaikan bahwa salah satu cara untuk mencegah tawuran antar pelajar adalah dengan menyalurkan energi dan adrenalin remaja ke arah yang positif, seperti melalui olahraga bela diri. Menurutnya, olahraga ini sangat cocok bagi kalangan muda yang memiliki semangat tinggi dan terkadang tersalurkan lewat perilaku negatif seperti tawuran. Dengan adanya kejuaraan resmi, anak-anak muda yang "suka berkelahi" bisa mendapat ruang yang legal dan sportif untuk menyalurkan minatnya.

"Tidak semua orang suka berkelahi, tapi kalau diwadahi ke lomba beladiri, mereka yang suka tawuran ini kan mentalnya sudah ada," kata Sumanto.

img_title Sadis! Kepala Pelajar Ini Kena Bacok di Palmerah, Pelaku Diduga Anak Sekolah

2. Dinas Terkait Didorong Aktif Gelar Kompetisi Bela Diri

Ilustrasi Pencak Silat

Photo :
  • ANTARA/Arnidhya Nur Zhafira

Untuk merealisasikan ide tersebut, Sumanto mendorong Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Jawa Tengah agar lebih aktif menyelenggarakan kompetisi bela diri antar pelajar. Dengan cara ini, anak-anak muda memiliki kegiatan rutin yang melatih fisik dan mental secara sehat. Tak hanya mencegah tawuran, kegiatan ini juga bisa mencetak bibit-bibit atlet bela diri berprestasi di tingkat daerah hingga nasional.

3. Pendekatan Komprehensif Dibutuhkan: Tak Cukup Hanya Bela Diri

Sumanto menegaskan bahwa solusi terhadap masalah tawuran tidak cukup hanya dengan menggelar kejuaraan bela diri. Diperlukan pendekatan yang menyeluruh, mulai dari pihak sekolah, keluarga, hingga lingkungan sekitar. Sekolah-sekolah diharapkan lebih aktif dalam memberikan kegiatan ekstrakurikuler seperti olahraga, seni musik, atau kegiatan kepemudaan lainnya yang dapat membangun rasa percaya diri dan tanggung jawab sosial siswa.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut