5 Fakta Menarik Usulan Ketua DPRD Jateng Gelar Kejuaraan Bela Diri untuk Cegah Tawuran Pelajar
- Istimewa/Andrew Tito
4. Pendidikan Karakter dan Sosialisasi Anti-Tawuran Harus Diperkuat
Menurut Sumanto, pendidikan karakter di sekolah dan rumah sangat penting untuk membentuk pola pikir dan perilaku remaja dalam menghadapi konflik. Ia menyoroti pentingnya memberikan ruang dialog dan pendekatan terhadap siswa yang berpotensi terlibat tawuran. Upaya ini dinilai lebih efektif dalam jangka panjang dibanding hanya memberikan hukuman atau tindakan represif.
5. Tawuran Kerap Dimulai dari Medsos, Perlu Wadah Positif untuk Anak Muda
Ilustrasi/Pelajar diamankan saat mau tawuran.
- VoxPopnews/Siti Ruqoyah
Salah satu pemicu utama tawuran pelajar di era digital adalah tantangan di media sosial. Dari saling ejek hingga janji duel yang akhirnya berujung bentrok fisik. Sumanto menekankan bahwa kurangnya wadah dan ruang berekspresi yang positif bagi anak muda membuat mereka mudah terprovokasi dan akhirnya menyalurkan energi secara negatif. Oleh karena itu, perlu inovasi program yang menyasar kalangan remaja untuk dialihkan ke kegiatan yang produktif dan membangun.
Pendekatan yang Inovatif dan Progresif
Gagasan Ketua DPRD Jawa Tengah, Sumanto, tentang menyelenggarakan kejuaraan bela diri sebagai solusi pencegahan tawuran pelajar adalah pendekatan yang inovatif dan progresif. Alih-alih hanya mengandalkan tindakan hukum, ide ini menawarkan jalan positif yang dapat membentuk karakter dan potensi anak muda. Kolaborasi lintas sektor—pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat—menjadi kunci sukses untuk mewujudkan generasi muda yang sehat, berprestasi, dan bebas dari kekerasan. (Antara)
