- Reuters / Carl Recine
"Seluruh dunia menunggu kami kalah, dan peluang kami habis. Namun, kami menang di markas Manchester City. Saya bilang, 'Wow, penampilan yang luar biasa'. Dan kami menang melawan Liverpool. Lalu kami kalah melawan Arsenal," kata Ranieri pada Sky Sports.
"Namun, melawan Arsenal, 11 melawan 10. Mereka perlu 95 menit untuk menaklukkan kami. Saya bilang pada diri sendiri, 'Oh, mungkin kami akan meraih prestasi yang sangat tinggi'," lanjut manajer asal Italia ini.
Terjun Bebas Usai Juara
Sayangnya, Leicester seperti terjun bebas setelah meraup gelar Premier League musim lalu. Di laga Boxing Day yang berlangsung, Senin, 26 Desember 2016, The Foxes takluk 0-2 dari Everton di King Power Stadium.
Armada Claudio Ranieri terpuruk di peringkat 16 dengan 17 poin dari 18 pertandingan. Leicester hanya berjarak tiga poin dari Sunderland yang menempati zona degradasi.
"Tahun yang tak bisa dipercaya. Segalanya berlangsung benar pada enam bulan pertama. Dan sekarang, semuanya salah. Kami harus berjuang," kata Ranieri seperti dilansir Goal.
"Tak ada yang benar, tak ada yang mudah. Kami harus terus bekerja keras dan lebih memperhatikan detail-detail kecil. Kami harus bereaksi secepatnya. Kami harus bekerja dan bereaksi, karena itulah obat kami. Kami akan kembali mencoba yang terbaik," lanjut mantan pelatih Inter Milan, Juventus, dan Chelsea ini.
Premier League musim ini sepertinya menjadi milik Chelsea. The Blues makin kokoh di puncak klasemen, usai menang telak 3-0 atas Bournemouth di Stamford Bridge.
Ini merupakan kemenangan ke-12 secara beruntun yang diraih Chelsea di Premier League, dan menjadi rekor kemenangan beruntun terpanjang sepanjang sejarah klub. Meskipun demikian, manajer Chelsea, Antonio Conte masih lapar akan kemenangan.
"Memenangkan 12 pertandingan secara beruntun tak mudah di liga ini. Ini torehan yang fantastis. Namun, yang penting adalah melanjutkan hasil ini," kata Conte seperti dilansir BBC Sport.
"Dalam empat hari ke depan, kami akan melakoni laga yang berat, dan kami harus mempersiapkan diri dengan sangat baik. Sebab, saat ini semua tim ingin mengalahkan kami," lanjut manajer asal Italia ini.
