80 Persen Kanker Payudara di Indonesia Baru Ketahuan saat Stadium Lanjut, Dokter Beberkan Penyebabnya

Ilustrasi kanker payudara.
Sumber :
  • Pixabay/pexels

Jakarta, VoxPop – Kanker payudara masih menjadi kanker nomor satu di Indonesia. Namun, data menunjukkan kesenjangan yang mengkhawatirkan: sekitar 60 persen kasus baru terdiagnosis pada stadium lanjut. 

img_title Viral Video Wanita Tertabrak Kereta di Kembangan Jakbar, Diduga Gegara Pakai Headset

“Hampir 60 persen kita ketemunya stadium yang lanjut. Mungkin di Indonesia 70-80 kali ya. Kalau di dunia, itu lebih kecil lagi,” ungkap Pakar Onkologi Medis, Prof. dr. Ikhwan Rinaldi, Sp.PD-KHOM, saat Health Talk Kanker Payudara di RS Gading Pluit, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis 6 November 2025. Scroll untuk tahu informasi selengkapnya, yuk!

Prof Ikhwan lebih lanjut menjelaskan, alasan penyakit kanker payudara di Indonesia baru ditemukan pada stadium lanjut. Menurut sang ahli, ada beberapa faktor yang menyebabkan hal itu. 

img_title Rambut Beruban Ternyata Bisa Jadi Tanda Tubuh Melawan Kanker? Ini Temuan Studi Terbaru

“Pertama, screening kanker payudara di Indonesia itu tidak umum dikerjakan oleh wanita. Biasanya itu usia mulai 30 tahun ke atas itu harus ada screening keadaannya kanker payudara, yang dikerjakan dengan cara memeriksa payudara sendiri atau nanti diperiksa oleh dokter dengan menggunakan USD atau pemeriksaan. Itu bukan suatu hal yang umum dikerjakan di Indonesia. Kalau di dunia itu, terutama Eropa, Amerika yang sudah menjalankan screening itu,” bebernya.

img_title Wanita Tewas di Kamar Kos Jakbar Dipukul Palu 4 Kali Hingga Tewas, Pemicunya Pelaku Kepergok WA Perempuan Lain

Ilustrasi kanker payudara.

Photo :
  • Pixabay/pexels

“Belum lagi kalau udah ketahuan ada benjolan gitu, terus ada kanker untuk melangkah untuk tindakan diagnostik lebih lanjutnya gak mau,” tuturnya. 

Kanker payudara lebih banyak menyerang wanita, baik di Indonesia maupun dunia. Namun, bukan berarti pria tidak berisiko, tapi angka kejadiannya lebih banyak terjadi pada kaum Hawa. 

Prof Ikhwan lebih lanjut mengatakan, deteksi dan penanganan yang dilakukan sejak stadium dini dapat memberikan harapan kesembuhan hingga 98 persen. Namun, dia menekankan bahwa tidak semua kanker payudara sama. 

"Publik perlu beralih dari kesadaran umum ke pemahaman yang spesifik. Kanker payudara memiliki beberapa subtipe utama, seperti Hormonal, HER2 Positif, Triple Positif, dan Triple Negatif. Masing-masing memiliki karakteristik dan memerlukan rencana terapi yang berbeda," jelas Prof. Ikhwan 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut