Potensi Bahayakan Anak, Dokter Peringatkan Orang Tua yang Suka Cari Solusi Kesehatan Lewat AI

Ilustrasi anak dan ibu
Sumber :
  • Pexels/Ketut Subiyanto

Bogor, VoxPop – Indonesia masih berhadapan dengan tiga tantangan besar dalam kesehatan anak: kurang gizi kronis, cakupan vaksinasi yang belum merata, serta tingginya risiko penyakit menular yang ikut diperparah oleh derasnya informasi tidak valid di internet dan media sosial.

img_title 3 Aplikasi AI untuk Transkrip Video 2026, Ketika Editing dan Dokumentasi Menjadi Lebih Efisien

Dokter spesialis anak, dr. Melia Yunita SpA, mengungkapkan bahwa masalah-masalah tersebut saling berkaitan dan semakin kompleks di tengah perubahan gaya hidup masyarakat perkotaan. Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!

“Tantangan di bidang kesehatan anak di Indonesia masih sangat kompleks, tidak hanya masalah kurang gizi kronis yang menjadi penyebab stunting. Persoalan cakupan vaksin yang belum merata dan awareness terhadap gejala penyakit menular juga masih menjadi tantangan serius, bahkan di kota-kota besar,” ujar dokter Melia dalam keterangannya, dikutip Selasa 2 Desember 2025. 

img_title Komdigi Tegur YouTube Imbas Bigmo Promosikan Vape Libatkan Anak di Bawah Umur

Selain itu, banyaknya sumber informasi yang tidak jelas membuat orang tua kerap mendapat arahan yang tidak tepat ketika mengurus kesehatan anak. Dokter Melia menilai hal ini bisa berpotensi membahayakan.

“Bahkan untuk dosis susu formula anak pun ada orang tua tanya ke platform AI dan kerap tidak tepat, apalagi informasi di sosial media yang tidak jelas sumbernya,” tambahnya.

img_title HP Android Sedang Mengalami Revolusi Besar, AI Menjadi Alasan Utama Banyak Orang Mulai Upgrade Smartphone

Orang Tua Hadapi Tantangan Baru di Era Digital

Di samping isu medis, perubahan sosial dan teknologi juga memberi tekanan baru pada pengasuhan anak. Survei Teman Bumil menunjukkan banyak orang tua merasa resah menghadapi perubahan lingkungan sosial anak, gaya hidup digital, serta paparan informasi yang semakin cepat.

VP PT Global Urban Esensial, Mohamad Salahuddin, menyebut kecemasan ini wajar, mengingat dinamika yang terjadi pada generasi saat ini.

“Tantangan yang akan dihadapi orang tua jauh lebih berat, sebagian ibu merasa khawatir dengan perubahan lingkungan sosial anak, yang berdampak pada pergaulan mereka,” ujarnya.

Psikolog Ayoe Soetomo M.Psi menambahkan bahwa peran AI yang semakin besar dalam kehidupan sehari-hari pun membuat orang tua perlu lebih kritis dalam mencari informasi.

“Kehadiran Artificial Intelligence (AI) mengubah cara orang tua mendapatkan informasi tentang pengasuhan anak. Kalau untuk kasus yang ringan mungkin tidak masalah bertanya ke AI, tapi kalau sudah masalah emosi yang dalam, penanganannya sangat tailor made dan perlu langsung konsultasi langsung ke ahli,” tegasnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut