Grooming Tak Hanya Mengincar Anak-Anak, Orang Dewasa Juga Bisa Jadi Korban Kenali Tandanya

Ilustrasi korban pelecehan.
Sumber :
  • Istimewa

VoxPop – Istilah grooming tengah ramai diperbincangkan publik menyusul dengan buku Broken String milik Aurelie Moeremans. Buku yang ditulis oleh Aurelie Moeremans itu berisikan memoir pengalaman pahitnya sebagai korban grooming.

img_title Aurelie Moeremans Geram YTR Masih Dicari Kesalahannya Meski Jadi Korban, Singgung soal Hal Ini

Dalam buku tersebut, dugaan grooming disebutkan terjadi saat aktris kelahiran 1993 silam tersebut masih berusia 15 tahun. Ia mengaku menjadi korban manipulasi, namun masih mampu perlahan menyelamatkan dirinya.

Melansir situs organisasi anti kekerasan seksual, RAINN, Grooming biasanya dimulai dari sikap ramah, peran sebagai mentor, atau kebaikan yang perlahan berubah menjadi manipulasi, kontrol, serta pelecehan atau kekerasan seksual. Sejumlah korban remaja bahkan mengaku bahwa proses grooming terasa seperti sedang jatuh cinta.

img_title Aurelie Moeremans Soroti Kasus YTR, Ungkap Pola Toxic Relationship Mirip Pengalaman Pribadi

Grooming bukanlah kejadian satu kali, melainkan sebuah proses. Aksi ini bisa berlangsung selama berminggu-minggu, berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun, dan sering kali melibatkan keluarga serta lingkungan sekitar korban. Pelaku menggunakan grooming untuk menciptakan kondisi ideal agar bisa melakukan pelecehan seksual, termasuk dengan membangun kepercayaan dari siapa pun yang berpotensi menghalangi niat mereka.

Berbicara mengenai grooming, grooming bisa terjadi pada siapa saja, tetapi dua kelompok berikut memiliki risiko paling tinggi yakni anak-anak dan orang dewasa yang rentan. Pelaku cenderung menargetkan orang yang lebih mudah diisolasi, dibungkam, atau dimanipulasi.

img_title Terulang Lagi! Kasus Pelecehan Seksual di Roblox, Gadis Jadi Korban
  1. Anak-anak: Usia 0–17 Tahun

Anak-anak dari segala usia sangat rentan karena mereka masih belajar memahami batasan, kepercayaan, dan hubungan. Orang dewasa sering berada dalam posisi berkuasa, sehingga terjadi ketimpangan kekuatan. Anak juga kerap diajarkan untuk patuh pada orang dewasa dan bisa salah mengartikan perhatian sebagai kasih sayang, sehingga sulit mengenali atau melawan grooming.

  1. Orang Dewasa Rentan: Sebagian Usia 18+

Termasuk orang dewasa yang bergantung pada orang lain untuk perawatan, dukungan, atau sumber daya seperti lansia, penyandang disabilitas, atau mereka yang mengalami masalah ekonomi atau tempat tinggal. Pelaku dapat memanfaatkan ketergantungan, isolasi, atau minimnya sistem dukungan untuk menguasai korban. Dalam beberapa kasus, pelaku menggunakan perannya sebagai pengasuh, atasan, atau pasangan untuk menormalkan pelanggaran batas dan membuat korban merasa tidak bisa berbicara atau pergi.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut