Dari Dapur Sempit ke Ratusan Pesanan: Kisah Emak-emak Raih Banyak Cuan Lewat Masakan Rumah

Ilustrasi memasak
Sumber :
  • Pixabay/condesign

Jakarta, VoxPop – Di balik sepiring mi Aceh yang kaya rempah atau risoles hangat yang renyah, ada cerita yang lebih dalam dari sekadar rasa. Ada perjuangan, keberanian, dan keteguhan hati—terutama dari para perempuan yang memilih berdiri di dapur, bukan hanya untuk memasak, tapi juga menghidupi keluarga.

img_title Rambah Segmen Peralatan Dapur Pintar, Bosch Indonesia Usung Kampanye 'Beres Bosch'

Di tengah tekanan ekonomi yang tak selalu mudah, semakin banyak perempuan mengambil peran ganda: sebagai ibu sekaligus penggerak ekonomi rumah tangga. Bagi sebagian dari mereka, dapur bukan lagi sekadar ruang domestik, melainkan titik awal perjalanan usaha. Scroll untuk tahu cerita lengkapnya, yuk!

Bagi Efa Fauziah (46), dapur adalah saksi perjalanan hidup yang penuh liku. Ia pernah merasakan dampak gempa Pidie Jaya di Aceh pada 2016, hingga akhirnya memutuskan merantau ke Pulau Jawa bersama suami dan lima anaknya.

img_title Pelanggan Baru Layanan GasKita PGN Periode Ini Bisa Dapat Bedah Dapur Gratis

Berbekal resep turun-temurun, Efa dan suami mulai merintis usaha mi Aceh secara sederhana.

“Awalnya kami menjalankan usaha ini hanya berdua saja. Suami memasak dan saya membantu di depan. Semua dikerjakan sendiri tanpa karyawan,” cerita Efa, dalam keterangannya, dikutip Sabtu 4 April 2026.

img_title BGN Bakal Cabut Insentif Rp6 Juta per Hari jika Dapur MBG Tak Layani 300 Orang

Namun perjalanan itu tidak mulus. Mereka sempat harus memulai ulang dari nol setelah berbagai kendala, termasuk kebakaran yang menghentikan usaha sebelumnya.

Alih-alih menyerah, Efa memilih kembali ke dapur—memasak, melayani, dan perlahan membangun kembali kepercayaan pelanggan.

Kini, menu seperti Mie Aceh Daging Full dan Mie Aceh Extreme menjadi andalan yang dicari banyak orang. Dari yang awalnya hanya belasan porsi per hari, usahanya kini mampu menjual hingga ratusan porsi.

Risoles dari Rumah Kontrakan: Bertahan Demi Anak

Cerita serupa datang dari Rohani Sembiring (40), yang akrab disapa Mbak Any. Ia memulai usaha risoles dari rumah kontrakan di Jakarta, di tengah kondisi ekonomi yang semakin sulit saat pandemi. Awalnya, ia hanya menerima pesanan kecil-kecilan dari tetangga sekitar. Tak jarang dagangannya tak habis terjual.

“Kadang ada banyak risoles yang tidak habis terjual. Biasanya saya bagikan ke orang sekitar atau ke masjid,” kenangnya.

Namun bagi Mbak Any, berhenti bukan pilihan. Ada tiga anak yang menjadi alasan terkuatnya untuk terus melangkah.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut