Dari Dapur Sempit ke Ratusan Pesanan: Kisah Emak-emak Raih Banyak Cuan Lewat Masakan Rumah
- Pixabay/condesign
“Hal yang membuat saya tetap bertahan itu anak-anak serta dukungan dari suami,” ujarnya.
Perlahan, risoles buatannya—terutama varian ayam sayur dan beef mayo—mulai dikenal. Pesanan meningkat, bahkan saat momen tertentu seperti Ramadhan lalu, bisa melonjak lebih dari dua kali lipat.
Kini, usahanya telah berkembang hingga membuka cabang baru dan melibatkan anggota keluarga dalam operasional sehari-hari.
Dapur, Teknologi, dan Cara Baru Bertahan
Perjalanan Efa dan Mbak Any menunjukkan satu hal: usaha kuliner rumahan kini tidak lagi terbatas pada lingkungan sekitar. Dengan bantuan teknologi, dapur kecil bisa menjangkau lebih banyak pelanggan.
Efa merasakan bagaimana teknologi membantunya memahami bisnis dengan lebih baik.
“Dengan GrabMerchant AI Assistant rasanya seperti punya teman diskusi dalam menjalankan bisnis. Saya bisa bertanya menu mana yang sebaiknya dipromosikan atau kapan waktu terbaik untuk menjalankan promo,” ujarnya.
Hal serupa juga dirasakan Mbak Any
“Sekarang saya seperti punya teman untuk berdiskusi soal bisnis. Kalau penjualan menurun, saya bisa mencari tahu strategi apa yang bisa dilakukan,” katanya.
Melihat perkembangan ini, Melinda Savitri, Country Marketing & Communications Head, Grab Indonesia, menilai bahwa teknologi memang semakin membuka peluang bagi pelaku usaha kecil untuk berkembang.
“Teknologi merupakan salah satu kunci untuk membuka potensi tak terbatas bagi UMKM. Kami percaya bahwa dengan merangkul inovasi seperti GrabMerchant AI Assistant, pelaku usaha dapat mengeksplor data dan mengubahnya menjadi strategi nyata, membantu merchant memahami dinamika bisnis dan pengambilan keputusan dengan lebih terukur,” ujarnya.
