Terlalu Sering Berobat Belum Tentu Perlu, Ini Hal-hal yang Harus Diketahui Nasabah tentang Overutilisasi Medis
- Freepik
Pasien Perlu Aktif Memastikan Perawatan yang Diterima Sesuai Kebutuhan
Selain mengikuti anjuran dokter, pasien juga perlu memahami bahwa mereka memiliki hak untuk mengetahui alasan di balik setiap pemeriksaan, pengobatan, maupun tindakan medis yang diberikan. Sikap aktif bertanya dapat membantu pasien memahami apakah perawatan yang dijalani memang sesuai dengan kondisi kesehatannya.
Hal ini menjadi penting terutama ketika pasien menjalani pemeriksaan berulang, kontrol berkala, atau menerima terapi lanjutan dalam jangka waktu tertentu. Pasien berhak meminta penjelasan mengenai tujuan tindakan medis yang dilakukan, manfaat pengobatan yang diberikan, serta indikator yang digunakan tenaga kesehatan untuk menentukan perlunya perawatan lanjutan.
“Pasien tidak boleh pasif, mereka perlu memahami perawatan apa yang dilakukan dan kenapa tindakan itu diperlukan,” ujar Prof. Hasbullah.
Menurut Prof. Hasbullah, kebutuhan akan pemeriksaan atau kontrol rutin seharusnya didasarkan pada kondisi medis pasien dan hasil evaluasi yang objektif. Karena itu, pasien tidak perlu ragu untuk menanyakan perkembangan kondisi kesehatannya kepada dokter.
“Kalau hasil laboratoriumnya memang belum normal, berarti pemeriksaan atau kontrol itu masih diperlukan,” jelas Prof. Hasbullah.
Prinsip yang sama juga berlaku pada pemberian obat maupun terapi lanjutan. Pasien dapat menanyakan alasan suatu obat masih perlu dikonsumsi, target pengobatan yang ingin dicapai, hingga kapan terapi tersebut perlu dijalankan. Dengan komunikasi yang terbuka, pasien dapat lebih memahami proses pengobatan yang sedang dijalani sekaligus memastikan setiap tindakan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan medisnya.
Melalui keterlibatan aktif dalam proses perawatan, pasien tidak hanya menjadi penerima layanan kesehatan, tetapi juga mitra dalam pengambilan keputusan terkait kesehatannya sendiri. Dengan demikian, setiap pemeriksaan, pengobatan, maupun tindak lanjut medis dapat dijalankan secara lebih tepat, transparan, dan sesuai kebutuhan.
Fenomena Ini Juga Terjadi di Negara-negara Tetangga
Fenomena overutilisasi layanan kesehatan dan inflasi medis ternyata bukan hanya terjadi di Indonesia. Negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia juga sedang menghadapi persoalan serupa, terutama terkait lonjakan klaim asuransi kesehatan, biaya rumah sakit swasta, dan penggunaan layanan medis yang dianggap berlebihan.
