Benarkah Gatal-gatal Bisa Jadi Tanda Penyakit Ginjal? Kenali Ciri dan Gejala yang Perlu Diwaspadai
- iStock
VoxPop – Gatal pada kulit sering kali dianggap sebagai masalah sepele. Banyak orang mengaitkannya dengan alergi, gigitan serangga, atau kulit yang terlalu kering. Padahal, dalam kondisi tertentu, rasa gatal yang muncul terus menerus juga dapat menjadi pertanda adanya gangguan kesehatan yang lebih serius.
Salah satu kondisi yang kerap dikaitkan dengan keluhan tersebut adalah penyakit ginjal. Tidak sedikit orang bertanya apakah gatal gatal benar benar bisa menjadi tanda penyakit ginjal.
Jawabannya adalah ya, tetapi tidak semua rasa gatal menandakan adanya gangguan pada organ penyaring darah tersebut. Ada beberapa ciri yang membedakan gatal akibat penyakit ginjal dengan gatal karena penyebab lainnya.
Berikut penjelasannya, sebagaimana dihimpun Viva dari Cleveland Clinic, Rabu, 5 Agustus 2026.
1. Gatal bisa menjadi gejala penyakit ginjal kronis
Gatal memang dapat menjadi salah satu gejala penyakit ginjal kronis. Namun, keluhan ini umumnya muncul ketika fungsi ginjal sudah mengalami penurunan yang cukup berat atau memasuki stadium lanjut.
Pada kondisi tersebut, ginjal tidak lagi mampu menyaring zat sisa metabolisme secara optimal. Akibatnya, berbagai zat yang seharusnya dibuang melalui urine menumpuk di dalam tubuh dan diduga ikut memicu rasa gatal pada kulit. Dalam dunia medis, kondisi ini dikenal sebagai chronic kidney disease associated pruritus atau uremic pruritus.
2. Penyebabnya bukan hanya penumpukan racun
Selama ini banyak orang mengira gatal pada penderita penyakit ginjal hanya disebabkan oleh penumpukan racun di dalam darah. Padahal, para ahli menyebut penyebabnya jauh lebih kompleks.
Selain penumpukan zat sisa metabolisme, rasa gatal juga diduga berkaitan dengan gangguan sistem kekebalan tubuh, perubahan pada sistem saraf, proses peradangan, hingga kulit yang menjadi sangat kering.
Karena melibatkan banyak faktor, tidak semua penderita penyakit ginjal mengalami keluhan yang sama. Ada yang hanya merasakan gatal ringan, tetapi ada pula yang mengalaminya hampir setiap hari.
3. Gatal akibat penyakit ginjal memiliki ciri tertentu
Tidak semua gatal mengarah pada penyakit ginjal. Namun, ada beberapa karakteristik yang cukup sering ditemukan pada penderita penyakit ginjal kronis.
Beberapa cirinya antara lain:
- Gatal dapat muncul di seluruh tubuh atau hanya pada bagian tertentu.
- Kulit sering kali tampak normal tanpa ruam yang jelas.
- Rasa gatal cenderung lebih berat pada malam hari.
- Menggaruk tidak membuat gatal hilang, bahkan bisa memperparah iritasi kulit.
- Kulit terasa sangat kering.
Keluhan tersebut dapat berlangsung dalam waktu lama dan berulang sehingga mengganggu aktivitas sehari hari maupun kualitas tidur.
4. Biasanya disertai gejala lain
Gatal akibat penyakit ginjal jarang menjadi satu satunya gejala yang muncul. Pada penyakit ginjal kronis stadium lanjut, penderita umumnya mengalami berbagai keluhan lain.
Beberapa gejala yang perlu diwaspadai antara lain mudah lelah, pembengkakan pada kaki atau tangan, sesak napas, mual, kram otot, serta lebih sering buang air kecil pada malam hari.
Perlu diketahui bahwa penyakit ginjal kronis pada stadium awal sering kali tidak menimbulkan gejala sama sekali. Karena itu, banyak kasus baru terdeteksi setelah fungsi ginjal sudah menurun cukup signifikan.
5. Gatal tidak selalu berarti penyakit ginjal
Meski dapat menjadi salah satu tanda penyakit ginjal, rasa gatal jauh lebih sering disebabkan oleh kondisi lain yang lebih umum.
Kulit kering, eksim, alergi, infeksi jamur, reaksi terhadap obat tertentu, penyakit hati, diabetes, hingga gangguan tiroid juga dapat menyebabkan keluhan serupa.
Sebab itu, Anda tidak dianjurkan langsung menyimpulkan bahwa gatal yang dialami pasti berkaitan dengan penyakit ginjal.
Kapan harus memeriksakan diri?
Segera konsultasikan ke dokter apabila rasa gatal berlangsung selama beberapa minggu tanpa penyebab yang jelas, semakin parah, mengganggu tidur, atau disertai gejala lain seperti bengkak pada kaki, mudah lelah, mual, maupun perubahan frekuensi buang air kecil.
Dokter dapat melakukan pemeriksaan lebih lanjut, termasuk tes darah dan urine, untuk mengetahui apakah terdapat gangguan fungsi ginjal atau penyebab medis lainnya.
