Dokter Ungkap Alasan Banyak Pasien Diabetes Baru Berobat saat Komplikasi Sudah Muncul
- Times of India
Pandangan serupa disampaikan Ketua Perkumpulan Edukator Diabetes Indonesia (PEDI), dr. Ida Ayu Made Kshanti, Sp.PD-KEMD. Ia menilai edukasi merupakan fondasi utama dalam pengelolaan diabetes karena membantu masyarakat mengenali faktor risiko, melakukan deteksi dini, dan memahami pentingnya kepatuhan terhadap terapi.
"Keberhasilan pengelolaan diabetes tidak hanya ditentukan oleh obat atau teknologi kesehatan. Pasien juga perlu memahami penyakitnya agar mampu menjalankan tata laksana medis secara konsisten," ungkapnya.
"Edukasi yang berkelanjutan membantu pasien membangun kepatuhan terapi sekaligus mencegah terjadinya komplikasi," jelasnya.
Ia mengungkapkan, pendekatan end-to-end diabetes ecosystem support memastikan edukasi hadir pada setiap tahapan perjalanan pasien. "Dengan begitu, penyandang diabetes tidak menjalani perjalanan penyakitnya sendiri, tetapi didampingi untuk mencapai kualitas hidup yang lebih baik," tutur dr. Ida Ayu.
Selain edukasi dari tenaga kesehatan, dukungan keluarga dan lingkungan sekitar juga dinilai berperan penting dalam membantu pasien menjalani terapi jangka panjang. Hal tersebut disampaikan Epie Suryono sebagai perwakilan Komunitas Pandu Diabetes yang telah menjalani pengobatan dalam waktu lama.
"Sebagai penyandang diabetes, saya belajar bahwa menjalani terapi merupakan komitmen seumur hidup. Dukungan dari keluarga, komunitas, dan tenaga kesehatan membuat saya lebih percaya diri mematuhi tata laksana medis yang telah dianjurkan," ungkap Epie Suryono.
![]()
Sementara itu, seperti yang kita tahu, diabetes merupakan penyakit yang memerlukan pengelolaan jangka panjang sehingga pasien membutuhkan dukungan yang berkesinambungan sejak memahami faktor risiko hingga menjalani terapi.
"Diabetes bukan penyakit yang dapat dikelola dengan terapi sesaat. Penyandang diabetes membutuhkan pendampingan sejak memahami faktor risiko, menjalani deteksi dini, memulai terapi, hingga mengelola penyakit dalam jangka panjang,” papar dr. Selvinna, M.Biomed, selaku Pharma Director PT Kalbe Farma Tbk.
“Kami percaya, tidak ada penyandang diabetes yang seharusnya menjalani perjalanan penyakitnya sendirian. Pada saat yang sama, keberhasilan pengelolaan diabetes juga memerlukan kepatuhan pasien dalam menjalankan tata laksana medis sesuai anjuran tenaga kesehatan," tambahnya.
Pendekatan pengelolaan diabetes secara menyeluruh dinilai memerlukan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, organisasi profesi, akademisi, komunitas pasien, keluarga, hingga pelaku industri kesehatan.
