Benarkah Manusia Bisa Hidup Selamanya? Studi Terbaru Ungkap Batas Usia Maksimal Manusia
- freepik.com/Lifestylememory
VoxPop – Keinginan untuk hidup lebih lama telah menjadi impian manusia sejak dahulu. Seiring berkembangnya teknologi medis dan penelitian anti-penuaan, muncul pertanyaan besar: apakah manusia suatu saat bisa hidup selamanya?
Sebuah studi terbaru yang diterbitkan dalam jurnal npj Aging, melansir dari Healthline, memberikan gambaran menarik mengenai batas usia biologis manusia. Alih-alih hidup tanpa batas, penelitian tersebut memperkirakan manusia memiliki usia maksimal sekitar 146 hingga 194 tahun, bahkan dalam kondisi biologis yang hampir sempurna.
Temuan ini sekaligus menjadi penyeimbang berbagai klaim tentang teknologi umur panjang yang belakangan ramai diperbincangkan.
Studi Prediksi Usia Maksimal Manusia
Peneliti mengembangkan model matematika untuk menghitung berapa lama manusia dapat hidup apabila hampir seluruh penyebab penuaan yang masih bisa diperbaiki berhasil dihilangkan.
Dalam simulasi tersebut, hanya satu faktor yang tetap dibiarkan terjadi secara alami, yaitu mutasi somatik, yakni perubahan DNA yang terus menumpuk sepanjang hidup seseorang.
Berdasarkan simulasi tersebut, usia rata-rata manusia diperkirakan dapat mencapai 146 hingga 194 tahun. Angka ini hampir dua kali lipat dibandingkan harapan hidup manusia saat ini, namun masih jauh dari gagasan bahwa manusia bisa hidup selamanya.
Para ilmuwan menilai hasil tersebut semakin memperkuat pandangan bahwa proses penuaan bukan disebabkan oleh satu faktor saja, melainkan gabungan dari berbagai mekanisme biologis yang saling memengaruhi.
Mutasi DNA Jadi Salah Satu Penghambat Umur Panjang
Mutasi somatik merupakan perubahan DNA yang terjadi setelah seseorang lahir. Setiap kali sel membelah atau memperbaiki dirinya, selalu ada kemungkinan muncul kesalahan kecil pada DNA. Sebagian besar tidak berbahaya, tetapi seiring bertambahnya usia, mutasi tersebut akan terus menumpuk.
Akumulasi mutasi inilah yang dapat mengganggu fungsi sel, mempercepat kerusakan jaringan, hingga meningkatkan risiko kanker.
Melalui model komputasi, para peneliti mencoba melihat seberapa besar pengaruh mutasi tersebut terhadap usia manusia apabila faktor-faktor penuaan lainnya berhasil diatasi.
Otak dan Jantung Menjadi Batas Terbesar
Hasil penelitian menunjukkan bahwa organ-organ yang sulit memperbarui sel menjadi penentu utama batas usia manusia.
Sel saraf di otak dan sel otot jantung hampir tidak membelah lagi setelah seseorang dewasa. Ketika kedua jenis sel ini rusak akibat akumulasi mutasi DNA, tubuh tidak mampu menggantinya secara optimal.
