Sering Ngomong Sendiri? Ternyata Ada Manfaatnya, Ini Penjelasan Ilmiahnya
- Freepik.com//Freepik
4. Gunakan self-talk yang positif
Meski berbicara sendiri dapat memberikan manfaat, cara seseorang berbicara kepada dirinya sendiri juga penting. Kebiasaan terus-menerus menyalahkan diri sendiri justru dapat memengaruhi kepercayaan diri dan motivasi.
Daripada berkata, "Aku memang tidak becus dan tidak akan pernah berhasil," cobalah mengubahnya menjadi, "Aku sudah berusaha. Memang belum berhasil sekarang, tetapi aku masih bisa mencoba lagi."
Perubahan kecil dalam pilihan kata dapat membantu membangun pola pikir yang lebih sehat.
5. Cobalah bertanya kepada diri sendiri
Self-talk tidak harus selalu berupa pernyataan. Mengajukan pertanyaan kepada diri sendiri juga dapat membantu menemukan jalan keluar.
Ketika menghadapi masalah, coba tanyakan, "Apa yang sebenarnya membuatku kesulitan?" atau "Apa langkah berikutnya yang bisa dilakukan?"
Pertanyaan semacam ini mendorong otak untuk melihat persoalan dari sudut pandang berbeda. Bahkan, terkadang seseorang sebenarnya sudah mengetahui jawabannya, tetapi baru menyadarinya setelah mengutarakan pertanyaan tersebut.
6. Kalau ingin mengurangi kebiasaan ini, coba menulis jurnal
Berbicara sendiri sebenarnya tidak perlu dihentikan jika tidak mengganggu kehidupan sehari-hari. Namun, jika Anda merasa kurang nyaman melakukannya di tempat umum, menulis jurnal dapat menjadi alternatif.
Tuliskan pikiran, rencana, masalah, atau emosi yang sedang dirasakan. Selain lebih privat, catatan tersebut juga dapat dibaca kembali sehingga Anda bisa melihat pola pikiran atau masalah yang berulang.
Ketika sedang bekerja atau berada di tempat yang membutuhkan ketenangan, cara ini juga dapat membantu menggantikan kebiasaan berbicara dengan suara keras.
Kapan berbicara sendiri perlu diperhatikan?
Sering berbicara sendiri tidak otomatis menunjukkan adanya gangguan kesehatan mental. Namun, kondisinya berbeda apabila seseorang mendengar suara yang tidak berasal dari dirinya sendiri atau mengalami halusinasi lainnya.
Dalam kondisi tersebut, sebaiknya konsultasikan pengalaman yang dialami kepada tenaga kesehatan profesional agar dapat diketahui penyebabnya.
Bantuan profesional juga bisa dipertimbangkan jika kebiasaan berbicara sendiri membuat seseorang merasa sangat terganggu, sulit mengendalikannya, mengganggu pekerjaan atau hubungan sosial, maupun disertai tekanan emosional lainnya.
Pada dasarnya, ngomong sendiri adalah hal yang lebih normal daripada yang mungkin dibayangkan. Selama tidak mengganggu aktivitas dan tidak disertai gejala lain yang mengkhawatirkan, kebiasaan ini bahkan bisa menjadi alat sederhana untuk membantu fokus, menyelesaikan masalah, memberikan motivasi, dan memahami perasaan sendiri.
