Dongkrak Nilai Perusahaan Lewat Data Digital

Transformasi digital.
Sumber :
  • ChiefExecutive.net

VoxPop – Transformasi industri 4.0 dinilai akan membantu sektor manufaktur dalam menjawab tantangan yang timbul dari pandemi COVID-19 dengan menyesuaikan dan menerapkan protokol kesehatan, mengoptimalkan dan meningkatkan manajemen proses, dan sumber daya manusia melalui sarana digital.

img_title 5 Profesi Baru dengan Gaji Menarik, Ada Peluang Karier dengan Masa Depan Menjanjikan

Semakin banyak perusahaan manufaktur telah menerapkan atau menerapkan sejumlah teknologi baru seperti kecerdasan buatan (AI), internet segalanya (internet of things/IoT), data besar (big data), dan analitik untuk mendorong pertumbuhan dan profitabilitas.

Baca: Lakukan Ini agar Indonesia Tak Jadi Korban Perusahaan Digital Asing

img_title Profesi Programmer dan Software Engineer di Era AI, Masih Menjanjikan atau Mulai Tergeser?

Dengan percepatan digitalisasi dan penyebaran IoT di industri manufaktur, maka aspek keselamatan, efisiensi pemeliharaan, dan kualitas produk dapat divisualisasikan dan dianalisis berdasarkan data yang dikumpulkan oleh sejumlah besar sensor yang dipasang di berbagai fasilitas dan lokasi pabrik.

“Kami yakin peningkatan penggunaan berbagai jenis data digital akan menciptakan solusi baru yang lebih bernilai. Kami melihat perusahaan yang bisa memanfaatkan data digital untuk memberikan nilai yang lebih besar maka akan menonjol di era baru ini," kata Direktur Operasional NEC Indonesia, Edi Rachmadi, Senin, 15 Maret 2021.

img_title Membongkar Tren Dunia Kerja 2026–2030, Profesi Lama Berubah dan Karier Baru Bermunculan

Ia melanjutkan, operasi sektor manufaktur sangat kompleks karena melibatkan interaksi manusia dan mesin. Produsen di Indonesia harus berinvestasi dalam transformasi digital dan mengoptimalkan prosesnya agar dapat melanjutkan perkembangannya selama dan ketika pandemi COVID-19 berakhir.

Dengan menggunakan AI di bidang manufaktur, produsen mendapatkan kemampuan untuk membuat keputusan penting berdasarkan data waktu nyata (real-time) dan meningkatkan proses produksinya.

"Pengendallian kualitas (quality control) dan produktivitas keseluruhan juga akan meningkat secara signifikan sebagai hasilnya. Di sini, kami ingin membantu sektor manufaktur Indonesia berhasil dan meningkatkan reputasinya sebagai pusat manufaktur," jelas Edi.

Sebagai informasi, Indonesia telah menetapkan 10 prioritas nasional menuju Indonesia 4.0 untuk sektor manufaktur. Kesepuluh prioritas tersebut adalah perbaikan alur aliran material, mendesain ulang zona industri, mengakomodasi standard keberlanjutan, dan pemberdayaan UMKM.

Selanjutnya, membangun infrastruktur digital nasional, menarik investasi asing, peningkatan kualitas SDM, pembentukan ekosistem inovasi, serta menerapkan insentif investasi teknologi dan harmonisasi kebijakan.

Ekonom dan Mantan Senior Executive Vice President Bank CIMB Niaga, Dr. Michael Gerald Jusanti

Tes Insolvensi Wajib Dinilai Mampu Lindungi Perusahaan Sehat dari Pailit Prematur, Begini Penjelasannya

Michael mengatakan, hukum di RI saat ini tak mewajibkan tes insolvensi di tahap awal sebagai syarat material. Maka putusan pailit sangat mudah dijatuhkan secara prematur.

img_title
VoxPop.co.id
31 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut