Ahli Temukan Kandungan Logam pada Vape

Vape atau rokok elektrik.
Sumber :
  • Unicare Clinic

VoxPop Tekno – Logam beracun mengintai di vape murah yang sering kini sering digunakan dan dijual, investigasi mengejutkan terungkap.

img_title Siapa Bigmo? Youtuber Dilaporkan ke Polisi Buntut Ajak Anak Promosi Vape, Pernah Berseteru dengan Azizah Salsha

Pengujian pada rokok elektrik yang disita dari anak-anak sekolah ditemukan kandungan timbal, nikel, dan kromium dalam kadar berbahaya.

Beberapa bahkan hampir 10 kali lipat di atas batas aman yang telah ditentukan oleh ahli kesehatan. Paparan timbal dapat mengganggu perkembangan otak, sedangkan dua logam lainnya dapat memicu pembekuan darah.

img_title Usai Viral Libatkan Anak Promosikan Vape, Bigmo Bakal Dipanggil Polda Metro Jaya

Rokok elektrik atau vape.

Photo :
  • pixabay/LindsayFox

Seorang ahli mengklaim hasil penyelidikan, yang dilakukan pada e-cigs atau electronic cigarettes yang dikumpulkan dari mahasiswa di sebuah perguruan tinggi di Worcestershire, adalah "yang terburuk yang pernah saya lihat". Apalagi, vape tersebut sudah tersebar di seluruh dunia dengan nama yang cukup terkenal.

img_title 4 Anak yang Diduga Diajak Bigmo Promosikan Vape Hingga Orang Tuanya Diperiksa Polisi

Itu terjadi di tengah meningkatnya kegiatan vaping pada remaja.

Meskipun diterima secara luas sebagai pilihan yang lebih aman daripada merokok, efek jangka panjangnya tetap menjadi misteri dan dokter khawatir akan ada gelombang penyakit paru-paru, masalah gigi, dan bahkan kanker dalam beberapa dekade mendatang pada orang yang memulai kebiasaan tersebut di usia muda.

David Lawson, salah satu pendiri Inter Scientific, lab yang menganalisis 18 e-cigs berbeda, berkata: "Dalam 15 tahun pengujian, saya belum pernah melihat timah di perangkat (vape),” ujarnya.

"Tidak satu pun dari ini seharusnya ada di pasar. Mereka (produsen) melanggar semua aturan tentang tingkat logam yang diizinkan. Itu adalah rangkaian hasil terburuk yang pernah saya lihat," lanjutnya berbicara kepada BBC News.

Logam-logam itu diperkirakan berasal dari elemen pemanas di dalam vape, tetapi tes menunjukkan bahwa mereka sebenarnya ada dalam e-liquid yang dihirup langsung ke paru-paru.

Para ilmuwan juga menemukan senyawa yang disebut karbonil pada tingkat 10 kali lipat dalam vape legal.

Hal ini terurai menjadi bahan kimia seperti formaldehida dan asetaldehida, yang menurut penelitian dapat meningkatkan risiko jenis kanker tertentu, saat e-liquid menghangat.

Dr Salim Khan, kepala departemen kesehatan masyarakat di Universitas Kota Birmingham, mengatakan kepada MailOnline: "Kami tahu ada banyak orang yang membuat vape dan cairan vaping yang melewati peraturan.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut