Masa Depan Robot Humanoid Mulai Dipertaruhkan
- Shutterstock
VoxPop – Perkembangan robot humanoid memasuki babak baru yang tidak hanya berkaitan dengan teknologi, tetapi juga keamanan nasional dan persaingan geopolitik. Amerika Serikat baru-baru ini mengambil langkah besar dengan memasukkan robot humanoid dan robot berkaki empat buatan luar negeri ke dalam daftar teknologi yang dinilai memiliki risiko keamanan.
Keputusan tersebut dikeluarkan Federal Communications Commission (FCC) pada 28 Juli 2026. Dalam kebijakan terbaru itu, dikutip VoxPop Minggu, 9 Agustus 2026, FCC menambahkan advanced robotic devices produksi asing ke dalam Covered List. Perangkat yang masuk daftar tersebut pada dasarnya tidak dapat memperoleh otorisasi peralatan FCC untuk dipasarkan di Amerika Serikat, kecuali mendapatkan persetujuan bersyarat dari pemerintah AS.
Langkah tersebut menjadi perhatian besar karena robot humanoid sedang berkembang pesat. Teknologi ini diproyeksikan dapat digunakan untuk berbagai pekerjaan, mulai dari industri, logistik, layanan, penelitian, hingga lingkungan rumah tangga.
Robot Humanoid Dianggap Memiliki Risiko Keamanan
FCC tidak hanya melihat robot humanoid sebagai mesin yang mampu berjalan dan melakukan pekerjaan fisik. Perangkat generasi baru biasanya dilengkapi kamera, sensor, konektivitas jaringan, sistem AI, serta kemampuan mengumpulkan dan memproses data.
Dalam dokumen keputusan resminya, FCC menyebut kemampuan robot yang terhubung jaringan dapat menciptakan celah yang memungkinkan manipulasi data maupun operasi fisik robot. Pemerintah AS juga menilai robot buatan asing berpotensi mengumpulkan data yang dapat dimanfaatkan untuk pengawasan atau bahkan dikendalikan dari jarak jauh.
Kekhawatiran tersebut menjadi semakin serius ketika robot digunakan dalam jumlah besar. Robot yang bekerja di pabrik, gudang, fasilitas energi, atau lingkungan sensitif berpotensi memiliki akses terhadap informasi dan kondisi fisik di lokasi tersebut.
Ketua FCC Brendan Carr mengatakan kebijakan ini juga bertujuan mendorong perusahaan meningkatkan produksi di Amerika Serikat. Menurutnya, pemerintah ingin mencegah kondisi ketika jutaan perangkat yang dianggap berisiko sudah tersebar luas sebelum ancaman keamanannya ditangani.
Produk Baru Menghadapi Hambatan Masuk Pasar AS
Masuknya robot produksi asing ke dalam Covered List bukan berarti seluruh robot yang sudah digunakan di Amerika Serikat otomatis dilarang.
FCC menjelaskan bahwa aturan tersebut terutama berdampak pada perangkat yang membutuhkan otorisasi baru. Peralatan yang termasuk dalam kategori covered equipment dilarang mendapatkan otorisasi FCC, kecuali mendapatkan pengecualian atau Conditional Approval.
Pemerintah AS juga menyediakan mekanisme bagi produsen asing untuk meminta evaluasi. Untuk robot canggih, produsen dapat mengajukan perangkatnya agar dinilai apakah memenuhi persyaratan keamanan dan dapat memperoleh persetujuan bersyarat.
Artinya, pintu masuk bagi teknologi asing belum sepenuhnya tertutup. Namun, produsen harus melewati proses tambahan yang dapat membuat strategi mereka untuk memasuki pasar AS menjadi lebih kompleks.
China Menjadi Salah Satu Negara yang Paling Terdampak
Meskipun keputusan FCC menggunakan kategori foreign-produced, kebijakan tersebut dipandang memiliki dampak besar terhadap industri teknologi China.
China merupakan salah satu pusat perkembangan robot humanoid dunia. Sejumlah perusahaan di negara tersebut telah mengembangkan robot dengan kemampuan berjalan, membawa benda, melakukan pekerjaan fisik, serta menjalankan tugas berbasis AI.
Reuters melaporkan bahwa perusahaan seperti Unitree berpotensi terdampak oleh kebijakan baru tersebut. Unitree merupakan salah satu pemain penting dalam industri robot humanoid dan sebelumnya telah membangun kerja sama dengan Nvidia untuk pengembangan kemampuan AI pada robot.
Di sisi lain, pemerintah China menolak kebijakan tersebut. Beijing menilai langkah Amerika Serikat mendiskriminasi perusahaan China dan memperingatkan kemungkinan tindakan balasan jika pembatasan tersebut terus diberlakukan.
Keputusan FCC menunjukkan bahwa perkembangan robot humanoid mulai memasuki wilayah yang jauh lebih kompleks. Persaingan tidak lagi hanya mengenai siapa yang memiliki robot paling pintar, cepat, atau murah.
Kini, asal produksi, keamanan data, rantai pasok, dan kemampuan perangkat untuk terhubung dengan jaringan juga menjadi faktor penting.
Bagi perusahaan robotika, pasar Amerika Serikat merupakan salah satu pasar strategis. Pembatasan tersebut dapat mendorong produsen mencari lokasi produksi alternatif, meningkatkan standar keamanan, atau membangun rantai pasok yang lebih dekat dengan pasar AS.
Sementara bagi Amerika Serikat, kebijakan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat industri teknologi domestik sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap perangkat asing yang dianggap berisiko.
Dengan demikian, masa depan robot humanoid memang mulai dipertaruhkan.
Teknologi yang awalnya dipandang sebagai simbol masa depan AI dan otomatisasi kini berada di tengah persaingan ekonomi, keamanan siber, dan geopolitik.
