Pengolahan Limbah Memanfaatkan Lalat Tentara Hitam, Sampah Bersih Dalam Sehari

Pengolahan limbah organik dengan teknologi Bio-Conversion.
Sumber :
  • ist

VoxPop Lifestyle – Fasilitas pengolahan limbah organik dengan teknologi Bio-Conversion yang memanfaatkan Lalat Tentara Hitam/Black Soldier Fly (BSF) atau Hermetia Illucens resmi dioperasikan di Rest Area Cibubur, Rabu 1 Februari 2023.  Rest area yang terletak di Tol Jagorawi KM 10 ini adalah rest area pertama di Indonesia yang menerapkan fasilitas tersebut.

img_title Heboh! Karung yang Dikira Sampah di Depok Ternyata Berisi Mayat Tanpa Kaki

Fasilitas pengolahan limbah organik dengan teknologi Bio-Conversion yang memanfaatkan Lalat Tentara Hitam (BSF) ini dirancang menampung sekaligus mengatasi limbah organik di Rest Area Cibubur agar dapat bersih dalam sehari. 

Peresmian fasilitas pengolahan limbah organik di Rest Area Cibubur yang dikelola PT Bimaruna Marga Jaya yang juga bagian usaha dari Korindo Group ini dilakukan Kementerian PUPR, Yayasan Korindo dan Yayasan Forest For Life Indonesia (FFLI).

img_title Pramono Bantah Lahan 100 Hektare di Banten Buat Buang Sampah Jakarta

Pengolahan limbah organik dengan teknologi Bio-Conversion.

Photo :
  • ist

Peresmian ini juga menjadi momentum penting memperkenalkan pendekatan teknologi Bio-Conversion BSF yang diharapkan dapat diadopsi guna mengatasi masalah pengelolaan sampah di rest area atau pun tempat-tempat lainnya.

img_title Prabowo Targetkan Masalah Sampah di Indonesia Tuntas dalam Setahun

“Sebagai salah satu bentuk tanggung jawab para pengelola rest area jalan tol, sudah sepantasnya memiliki fasilitas seperti ini. Jangan lagi memindahkan masalah sampah organik ke tempat lain. Jika dapat diselesaikan di tempat mengapa harus dibawa-bawa sampai ke hilir,” ucap Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Sekjen Kementerian PUPR, Mohammad Zainal Fatah yang hadir bersama Dirjen Cipta Karya Ir Diana Kusumastuti, MT dan Counsellor Kedutaan Besar Korea Selatan Lee Joonsan.

Fasilitas pengolahan limbah organik dengan teknologi Bio-Conversion yang dibangun berkat kerja sama Yayasan Korindo dengan Yayasan FFLI ini berkapasitas sampai dengan satu ton sampah organik setiap hari. 

Rest Area Cibubur dipilih sebagai lokasi pembangunan fasilitas Bio-Conversion BSF karena merupakan salah satu sumber limbah organik yang perlu diselesaikan permasalahannya langsung di tempat. Cara yang sama juga dapat diterapkan di lokasi sumber-sumber limbah organik lainnya, seperti pasar tradisional, kawasan industri, perkantoran, dan perumahan.

“Selain bermanfaat bagi lingkungan, fasilitas ini diharapkan bisa menciptakan peluang ekonomi baru karena Yayasan Korindo akan mengembalikan keuntungan yang muncul dari proyek ini untuk program-program pengembangan masyarakat dan lingkungan,” ungkap Ketua Yayasan Korindo, Robert Seung.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut