Awas! Commuting Stress Bikin Gak Produktif Hingga Sebabkan Penyakit Kronis, Ini Solusinya

Ilustrasi wanita/marah/stres.
Sumber :
  • Freepik/wayhomestudio

VoxPop Lifestyle – Aktivitas pulang dan pergi ke kantor seharusnya bisa dilakukan dengan lebih nyaman. Namun, kemacetan selalu menjadi permasalahan utama khususnya di Jabodetabek. 

img_title Tenor KPR 40 Tahun Bagi MBR Harus Diberikan di Usia Produktif, Indef Ungkap Risikonya

Utamanya, berbagai perubahan yang terjadi selama masa pandemi membuat karyawan kerap melakukan berbagai adaptasi dan menimbulkan stres. Apalagi bagi yang kini sudah diminta oleh perusahaan tempat mereka bekerja untuk kembali Working from Office (WFO) secara penuh maupun hybrid. Yuk, scroll untuk info selengkapnya.

Karyawan kembali menghadapi kondisi jalanan yang menantang setiap harinya dan membuat penggunanya merasa tertekan. Lebih lanjut, kondisi tersebut dikenal sebagai commuting stress atau stres perjalanan.

img_title Bukan Sekadar Hewan Peliharaan, Ini Alasan Kucing Bisa Membawa Kebahagiaan bagi Pemiliknya

Ilustrasi sejumlah kendaraan bermotor yang akan menuju Jakarta terjebak macet.

Photo :
  • ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah/aww.

Commuting stress didefinisikan sebagai hambatan yang dialami individu dalam menempuh perjalanan ke suatu tujuan, di mana tekanan yang dialami turut memengaruhi aktivitas lain. Tidak hanya berpotensi meningkatkan kecemasan seseorang, namun commuting stress juga memiliki dampak negatif terhadap performa kerja, rendahnya angka kehadiran, serta keluhan fisik sampai penyakit kronis

img_title Diabetes Tipe 2 Tak Hanya Mengganggu Gula Darah, Bisa Berdampak pada Kesehatan Mental?

Tidak hanya kondisi kemacetan secara umum, tapi faktor-faktor lain seperti kebisingan suara, kepadatan jalanan maupun di dalam kendaraan, suhu ruang yang tinggi, desain lingkungan yang tidak mempertimbangkan keindahan dan ketenangan, pengaturan cahaya yang terlalu gelap atau terang, belum efektifnya penggunaan kendaraan umum, polusi udara, dan kualitas transportasi turut ambil bagian dalam menyebabkan commuting stress. Faktor-faktor tersebut juga dapat dialami secara bersamaan oleh karyawan.

“Apabila tidak ada upaya yang dilakukan untuk mengatasinya, dampak psikologis tak hanya dirasakan oleh karyawan tapi juga dapat berpengaruh negatif pada performa perusahaan," ungkap Iswan Saputro, Psikolog Klinis yang juga Head of Operations Employee Assistance Program (EAP) dari Remedi Indonesia, dalam keterangannya, Jumat 31 Maret 2023. 

"Misalnya meningkatkan angka ketidakhadiran karyawan, keterlambatan memulai jam kerja, keinginan resign yang tinggi, dan kinerja yang menurun,” sambungnya. 

Lalu, apa solusinya? 

Analisa situasi
Pertama, analisa terlebih dahulu situasi atau faktor apa yang membuat kita merasa tertekan di perjalanan. 

Ubah sudut pandang 
Menyadari bahwa emosi yang negatif dihasilkan oleh sudut pandang yang negatif juga. Oleh karena itu, kita perlu mengubah sudut pandang kita terhadap masalah yang kita miliki. Seburuk apapun kondisinya, cobalah untuk mencari aspek positif yang dapat menjadi pegangan kita untuk bertahan dan menerima.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut