Sempat ditahan Taliban dan Diperlakuan Tak Terduga, Wartawan Inggris Ini Putuskan Mualaf
“(Mereka bertanya) Anda adalah tamu kami. Saya bertanya kenapa mereka bersikap seperti itu. Mereka seharusnya brutal dan jahat,” kata dia.
Saat ditahan kala itu, Yvonne sempat berjanji jika dibebaskan, dia akan mempelajari Islam lebih dalam.
“Saya katakan bahwa saya tidak bisa membuat keputusan yang akan mengubah idip saya secara drastis saat saya di penjara. Namun jika kalian membebaskan saya, saya berjanji akan membaca kitab suci kalian dan literatur pendukung lainnya,” katanya.
Tanpa disangka dia pun dibebaskan dengan alasan kemanusiaan.
“Tapi seperti yang saya katakan, sementara mereka menahan orang barat lainnya. Mereka melepas saya dengan alasan kemanusiaan,” kata dia.
Akhirnya dia dibebaskan lalu pulang ke London. Sesampainya di London, dia menepati janjinya. Dia kemudian mempelajari Islam lantaran dia tertarik pada hal-hal yang berhubungan dengan Timur Tengah dan Asia.
“Saya sadar hanya dengan pengamatan sederhana terhadap Taliban, bahwa Islam bukanlah sesuatu yang kita ambil dan lepaskan. Saya mulai membaca Al Quran yang diterjemahkan dalam bahasa Inggris oleh Yusuf Ali. Sebagai orang yang telah lama mempromosikan hak-hak perempuan, saya mulai membacanya dan terkagum dengan berbagai aspek karena Al Quran menerangkan dengan jelas bahwa perempuan setara dalam spiritualitas dan pendidikan. Ini benar-benar kesetaraan gender,” kata dia.
Meski sudah mempelajari Islam, dirinya saat itu belum memutuskan untuk menjadi Mualaf. Sebab dia masih meyakini tentang agama yang dianutnya kala itu, yakni Kristen.
“Saya memang sudah mengimani adanya Tuhan. Saya adala seorang Kristen yang taat. Saya pergi ke gereja mungkin dua kali dalam sebulan yang dalam masyarakat Inggris sekuler bisa dianggap non fanatik. Jadi saya memiliki keimanan terhadap Tuhan dan membaca Al Quran itu sangat mudah dan saya mulai membaca Nabi Muhammad SAW, beliau adalah karakter yang luar biasa,” kata Yvonne.
“Manusia paling sempurna yang pernah ada di dunia, panutan yang luar biasa untuk banyak orang. Maka barulah saya mengerti kenapa muslim sangat menghormati Nabi Muhammad dan kenapa mereka juga begitu marah jika nabi diolok atau sosoknya digambar,” ucanya.
