Sempat ditahan Taliban dan Diperlakuan Tak Terduga, Wartawan Inggris Ini Putuskan Mualaf
Meski begitu, Yvonne mengakui semakin mempelajari Islam dirinya semakin menyadari bahwa Islam adalah agama yang paling masuk akal. Dirinya juga sempat berkonsultasi dengan sejumlah pakar. Namun hanya dari seorang muslim biasa dia memahami tentang Islam.
“Namun penyadaran akhir sebenarnya datang dari seorang pria muslim biasa. Dia berkata ‘kenapa anda belum juga masuk Islam? Anda tau bahwa anda sudah begitu dekat’. Lalu saya berkata ‘saya masih tertahan dengan konsep Trinitas. Tuhan Bapa, Putra dan roh kudus’,” ujarnya.
“Dia berkata ‘coba perhatikan apa hubungan antara Yohanes Pembaptis dengan Yesus?’ Saya menjawab ‘mereka sepupu’ lalu dia berkata ‘ketika Yohanes berdoa kepada Tuhan dia akan mengatakan paman Tuhan?’ Saya jawab ‘tidak itu konyol’ dia menimpali’itu benar’,” kata dia.
Semakin ia membaca dan mencari tau Islam, semakin tertarik dan percaya bahwa Islam adalah agama yang benar. Dua tahun kemudian, ia pun akhirnya memutuskan masuk Islam.
“Lalu dia berkata ‘saya tidak paham kenapa anda begitu tersiksa dengan perkara ini’ terkadang jawaban akan kehidupan itu sangat sederhana. Jawabannya ada di hadapan kita. Kemudian saya bersyahadat pada 30 Juni 2003,”kata dia.
