Kisah Mualaf Pendeta, Diam-Diam Baca Dua Kalimat Syahadat di Kamar Mandi

Harun, Pendeta yang jadi Mualaf
Sumber :
  • Tangkapan layar

AMERIKA SERIKAT – Kisah seorang pendeta asal Mississipi, Amerika Serikat, yang menjadi mualaf benar-benar melewati banyak tantangan. Terlahir di keluarga yang beragama Kristen, Harun pun aktif mengikuti ibadah di gereja yang dekat dengan rumahnya. Bahkan di daerah tempat tinggalnya itu, ada lebih banyak gereja dari pada restoran cepat saji.

img_title Bukan Iran, Trump Tegaskan Cuma AS yang Pungut Biaya di Selat Hormuz

Harun diangkat menjadi seorang pendeta pada usia 20 tahun. Tetapi, di samping statusnya sebagai orang yang dianggap suci, dalam lubuk hatinya sendiri ia meragukan ajaran dalam agamanya. Scroll lebih lanjut ya.

Harun mempelajari isi Al Kitab yang memuat asal usul Yesus Kristus. Di sana, dijelaskan bahwa Yesus merupakan seorang Nabi sekaligus anak Tuhan. Oleh sebab itu, Harun pun ragu dengan kebenaran kehebatan Yesus yang selama itu dia sembah.

img_title Harga Minyak Dunia Turun usai AS Lanjutkan Perundingan Damai dengan Iran

"Aku merasakan kekuatan Yesus adalah manusia dan bukan Tuhan. Sejak saat itu aku berdoa pada Tuhan," kata Harun, mengutip video YouTube Neo Oswald, Jumat, 5 Januari 2024.

img_title Iran Bantah Berunding dengan AS soal Selat Hormuz

Kemudian suatu hari saat ia sedang dalam perjalanan menuju gereja untuk melatih anggota baru, Harun berdoa memohon kepada Tuhan, yang ia tidak ketahui bagaimana sosokNya, agar diberikan petunjuk atas keberadaanNya.

Tak lama dari itu, Harun bertemu dengan salah satu sahabatnya yang tinggal di Arab Saudi. Mereka pun membahas seputar agama dan keyakinan terhadap Tuhan. Di situlah Harun mengakui bahwa ia tidak percaya bahwa Yesus adalah Tuhan, tetapi ia tetap berdoa kepada Tuhan yang tak ia ketahui ke mana tujuannya.

Ilustrasi Al-quran.

Photo :
  • Pixabay.

"Dia pun mengacungkan jarinya ke arah saya, lalu bilang 'kamu adalah seorang Muslim kawan'. Saya kembali mengacungkan jari ke arahnya lalu berkata, 'tidak saya bukan Muslim'," ungkapnya.

Sepulang dari pertemuan itu, Harun lantas mencari tahu tentang agama Islam di internet. Ia membaca tentang 5 rukun Islam dan merasakan ada getaran dalam hatinya. Ia membaca adanya dua kalimat syahadat sebagai cara untuk memeluk agama Islam, serta kewajiban melaksanakan, sholat, zakat, puasa, dan beribadah haji.

"Setiap pilar yang saya baca itu terasa seperti sesuatu telah terbuka. Setelah saya selesai membaca kelima pilar tersebut saya tahu bahwa saya tidak bisa pergi ke tujuan lain," ujarnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut