Fakta Mengerikan Mengapa Usia di Atas 40 Disarankan Tak Nonton TV
- Freepik/freepik
VoxPop – Banyak yang sudah mengetahui, bahwa duduk dalam waktu lama tidak baik untuk kesehatan. Namun terlepas dari semua penelitian yang diterbitkan tentang topik ini, yang terbaru, muncul lagi hasil penelitian yang melukiskan gambaran mengejutkan tentang konsekuensi dari perilaku sedentary seperti terlalu banyak melakukan aktifitas pasif yang hanya mengeluarkan sedikit kalori. Dari penelitian yang pernah dilakukan, hal ini akan sangat berbahaya untuk orang dewasa berusia 50 tahun ke atas.
Meski ini merupakan penelitian yang sudah dilakukan sejak 2017 lalu,baru-baru ini, penelitian terbaru justru mengungkap, peneliti di American Heart Association's, yang mempublikasikan tiga studi sekaligus, yaitu Epidemiology, Prevention, Lifestyle and Cardiometabolic Health Conference 2021, mengungkap hal mengejutkan.
Para peneliti tersebut mengatakan, semakin banyak menonton TV di usia 40 hingga 60-an tahun, maka akan semakin besar risiko terkait masalah kesehatan otak yang dialami di tahun-tahun berikutnya.
Jika dikaitkan dengan penelitian di tahun 2017, penelitian tersebut seolah menunjukkan fakta, orang dewasa yang lebih tua yang melaporkan menonton televisi lebih dari lima jam per hari 65 persen lebih mungkin mengalami kesulitan berjalan (atau tidak dapat berjalan) hampir 10 tahun kemudian, dibandingkan dengan mereka yang menonton kurang dari dua jam per hari.
Dikutip laman Real Simple, penelitian yang diterbitkan dalam The Journals of Gerontology, Series A: Biological Sciences and Medical Sciences, juga menunjukkan bahwa waktu menonton TV yang diperpanjang sangat berbahaya bagi orang-orang yang tidak banyak melakukan aktivitas fisik sepanjang minggu.
Penelitian ini melibatkan lebih dari 134.000 peserta, yang mengambil bagian dalam proyek penelitian nasional yang disponsori oleh National Institutes of Health dan AARP.
Pada awal penelitian, semua peserta berusia antara 50 dan 71 tahun, dan semuanya dalam keadaan sehat. Mereka menjawab pertanyaan tentang total waktu yang mereka habiskan untuk duduk, menonton TV, dan berpartisipasi dalam aktivitas fisik ringan dan sedang hingga berat.
Setelah 10 tahun, para peserta disurvei lagi, kali ini tentang kecepatan berjalan dan gaya berjalan mereka. Siapa pun yang melaporkan berjalan kurang dari 2 mil per jam, atau tidak dapat berjalan sama sekali, dianggap memiliki disabilitas mobilitas. Sekitar 30 persen dari sampel asli memenuhi kriteria ini.
