Pakai Sunscreen Bisa Rusak Terumbu Karang? Begini Penjelasan Ahli

Sunscreen
Sumber :
  • Pixabay

VoxPop – Masa depan seluruh terumbu karang di dunia menghadapi ketidakpastian akibat dari perubahan iklim, polusi dan penangkapan ikan yang berlebihan. Diketahui banyak wisatawan yang berenang di terumbu karang menggunakan sunscreen untuk melindungi kulitnya dari sinar ultraviolet (UV) atau sinar matahari yang dapat menyebabkan kanker kulit.

img_title ICRS 2026, Pupuk Kaltim Beberkan Proses Rehabilitasi 2,23 Hektare Terumbu Karang di Bontang

Melansir dari Medical News Today, dalam sebuah studi baru ditemukan bahwa ketika terumbu karang terpapar oxybenzone, bahan aktif yang terkandung dalam tabir surya, dapat membuat karang lebih rentan terhadap kenaikan suhu laut. Studi tersebut telah dipublikasikan di Science.

Namun, para ahli karang mempertanyakan apakah temuan baru yang melibatkan pemaparan karang dan anemon ke oxybenzone di laboratorium itu secara akurat mencerminkan kondisi di dunia nyata atau tidak. 

img_title Jangan Asal Pilih! Ini Manfaat dan Keunggulan Sunscreen Non Alkohol untuk Melindungi Kulit Sehari-hari

Pemutihan karang

Dalam beberapa dekade terakhir, kenaikan suhu laut telah meningkatkan frekuensi pemutihan karang secara massal. Pemutihan tersebut terjadi ketika polip karang mengeluarkan alga yang mereka andalkan untuk bertahan hidup.

img_title Gak Cuma Pagi Hari, Ini 5 Waktu yang Disarankan untuk Pakai Sunscreen

Karang dan ganggang saling bekerja sama atau yang biasa disebut oleh para ahli biologi sebagai hubungan "simbiosis".

“Alga simbiotik mikroskopis ini akan memberi warna pada karang dan yang paling penting, nutrisi yang sangat dibutuhkan,” kata Dr. Victor Huertas, rekan peneliti di ARC Center of Excellence for Coral Reef Studies, bagian dari James Cook University di Townsville, Australia yang dikutip VoxPop pada Senin, 30 Mei 2022. 

“Ketika simbion alga dikeluarkan oleh karang, koloni tampak putih cerah karena jaringan karang, yang transparan, sekarang memperlihatkan kerangka terkalsifikasi yang menopangnya,” kata Dr. Huertas, yang tidak terlibat dalam studi baru tersebut.

Biasanya pemutihan itu terjadi sebagai respons terhadap tekanan suhu yang meningkat, meskipun mungkin ada penyebab lainnya juga. 

“Saat memutih, karang dapat bertahan hingga beberapa minggu, namun beberapa karang juga bisa mentolerir tekanan panas lebih baik daripada yang lain,” lanjutnya lagi.

Larangan penggunaan sunscreen oxybenzone

Penjualan tabir surya yang mengandung oxybenzone memang telah dilarang di tujuan ekowisata populer seperti Hawaii dan Key West, FL di Amerika Serikat. Larangan tersebut merujuk pada penelitian sebelumnya yang melibatkan bahan kimia dalam pemutihan karang, meskipun para ilmuwan tidak yakin tentang mekanisme yang mungkin terjadi.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut