Sering Dialami Pria, Ini 5 Fakta Buta Warna Parsial

Ilustrasi buta warna.
Sumber :
  • U-Report

VoxPop – Buta warna adalah kondisi di mana kualitas penglihatan terhadap warna berkurang. Salah satu jenis buta warna yakni buta warna parsial, kondisi ketika seseorang tidak bisa membedakan warna-warna tertentu misal hanya mengenali warna merah-hijau atau biru-kuning.

img_title Gak Cuma Wortel, Ini 6 Buah yang Baik untuk Jaga Kesehatan Mata

Dilansir dari laman situs Ciputra Hospital, buta warna parsial pada umumnya disebabkan karena kurangnya pigmen warna dalam mata sehingga ada beberapa jenis warna yang tak bisa ditangkap oleh mata. Hal ini terjadi akibat hilangnya atau rusaknya satu atau lebih kerucut dalam retina mata.

Di dalam mata terdapat fotoreseptor berbentuk kerucut, yang mana kerucut tersebut berisi pigmen-pigmen peka cahaya guna mengenali warna. Masing-masing kerucut memiliki kepekaan terhadap cahaya merah, hijau, atau biru. Kerucut dapat mengenali warna dengan cara menangkap gelombang panjang yang masuk dalam mata.

img_title Kapan Harus Periksa Mata ke Dokter? Ini 7 Tanda yang Jangan Diabaikan

Buta warna parsial mayoritas bersifat genetik namun tak menutup kemungkinan berasal dari faktor eksternal seperti penyakit, cedera, usia, atau obat-obatan.

Berikut fakta seputar buta warna parsial yang dihimpun VoxPop dari berbagai sumber.

img_title Mitos atau Fakta? Diabetes Juga Bisa Berdampak Pada Penglihatan

Kebanyakan sulit membedakan warna merah-hijau

Background Warna Hijau

Photo :
  • pixabay.com

Sebagian besar orang dengan buta warna parsial sulit membedakan warna merah-hijau dibandingkan biru-kuning. Situasi ini jarang terjadi sebab jika terjadi justru akan lebih parah. Bila seseorang sukar membedakan warna biru-kuning, ia akan cenderung sulit membedakan warna merah-hijau juga sehingga warna akan terlihat netral atau abu-abu. 

Dibedakan menjadi 6 jenis

Kondisi buta warna parsial dibagi menjadi enam macam yang dilihat berdasarkan defisiensi warna, mereka adalah:

  • Protanopia (red-blind), buta warna akibat seseorang tidak memiliki kerucut merah. Kondisi ini membuat seseorang susah membedakan warna merah.
  • Protanomali (merah-lemah), buta warna dengan masih adanya kerucut merah, tetapi hanya bisa melihat beberapa jenis warna merah tertentu.
  • Deuteranopia (green-blind), buta warna akibat seseorang tidak memiliki kerucut hijau, membuat seseorang sulit membedakan warna hijau dengan warna lainnya.
  • Deuteranomali (hijau-lemah), buta warna dengan masih adanya kerucut hijau, tetapi hanya bisa melihat beberapa nuansa atau warna hijau tertentu.
  • Tritanopia (blue-blind), buta warna akibat seseorang tidak memiliki kerucut biru sehingga seseorang susah menangkap dan membedakan warna biru.
  • Tritanomali (biru-lemah), buta warna dengan masih adanya kerucut biru, tetapi hanya bisa melihat beberapa nuansa atau warna biru tertentu.
Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut