5 Cara untuk Mengelola Gula Darah versi CDC
- eatthis.com
VoxPop Lifestyle – Mengelola gula darah sangat penting bagi penderita diabetes tipe 1 dan tipe 2, terutama mereka yang menggunakan insulin.
"Penelitian baru-baru ini menunjukkan bahwa kontrol gula darah yang baik secara keseluruhan pada diabetes berkorelasi dengan penurunan insiden komplikasi diabetes," kata James Norman, MD, FACS, FACE.
Jadi penting untuk mengontrol kadar glukosa sebaik mungkin. Pada penderita diabetes tipe 1 yang menggunakan insulin dan pada beberapa orang dengan diabetes tipe 2, upaya untuk mengontrol terlalu ketat dapat mengakibatkan terlalu banyak episode hipoglikemia.
Oleh karena itu, tujuannya adalah untuk menyeimbangkan upaya untuk memiliki kontrol sedekat mungkin dengan normal sambil mencoba menghindari episode hipoglikemik." Berikut adalah lima hal yang harus Anda ketahui tentang mengelola gula darah, dilansir dari eatthis.
![]()
Gula darah Tinggi
Gula darah tinggi, atau hiperglikemia, umumnya dikaitkan dengan diabetes tipe 2 dan berbahaya jika tidak diobati.
"Tanda-tanda awal gula darah tinggi, atau hiperglikemia, dapat menjadi peringatan bahkan sebelum Anda menguji kadar glukosa Anda," kata Amy Hess-Fischl, MS, RD, LDN, BC-ADM, CDCES.
Ia menambahkan, "Gejala gula tinggi yang khas mungkin termasuk peningkatan rasa haus dan / atau lapar, sering buang air kecil, gula dalam urin Anda, sakit kepala, penglihatan kabur, [dan] kelelahan."
Apa itu ketoasidosis diabetik?
CDC memperingatkan bahwa ketoasidosis diabetik adalah suatu kondisi di mana keton diproduksi terlalu cepat, dan dapat menyebabkan koma atau bahkan kematian.
"Jika Anda memiliki diabetes tipe 1, penting untuk mengenali dan mengobati hiperglikemia karena jika tidak diobati dapat menyebabkan kondisi berbahaya yang disebut ketoasidosis," kata Hess-Fischl.
“Ini terjadi karena tanpa glukosa, sel-sel tubuh harus menggunakan keton (asam beracun) sebagai sumber energi. Ketoasidosis berkembang ketika keton menumpuk di dalam darah. Ini bisa menjadi serius dan menyebabkan koma diabetes atau bahkan kematian."
Menurut American Asosiasi Diabetes, ketoasidosis memengaruhi penderita diabetes tipe 1, tetapi jarang mempengaruhi orang dengan diabetes tipe 2. Banyak gejala ketoasidosis yang mirip dengan hiperglikemia.
Ciri ketoasidosis adalah tingginya kadar keton dalam urin, sesak napas, berbau buah napas, [dan] mulut kering. Selain itu, sakit perut, mual, muntah, dan kebingungan dapat menyertai ketoasidosis. Perhatian medis segera sangat dianjurkan jika Anda memiliki gejala-gejala ini.
