Pasangan Nagih 'Jatah' Tanpa Henti, Termasuk Hiperseks?

ilustrasi hubungan seksual
Sumber :
  • Times of India

VoxPop Lifestyle – Berhubungan seksual bagi banyak pasangan tentu memberi kenikmatan tersendiri, baik itu secara mental dan fisik. Namun di sisi lain, tak sedikit pasangan yang kerap meminta 'jatah' bercinta tanpa henti hingga terpikir akan kelainan hiperseksual. Bagaimana membedakannya?

img_title Ikhtiar Menjemput Pasangan Hingga ke Pelaminan dengan Amalkan Doa Singkat ini Agar Mendapat Kemudahan Jodoh

Pada dasarnya, bercinta dapat membangun kedekatan dan keintiman tiap pasangan sehingga pada akhirnya membantu kelanggengan pernikahan tersebut. Apalagi, seks sendiri menempati urutan nomor dua dalam 'kebutuhan' pasangan suami istri. Kendati begitu, ada sejumlah kondisi yang membuat seks justru terasa menyiksa lantaran bercinta terus menerus hingga dinilai sebagai gangguan hiperseksual. Cari tahu selengkapnya di sini.

"Hiperseks itu sudah penyimpangan seks. Melakukan hubungan seks berkali-kali, dia tidak alami kenikmatan. Ada dasar-dasar gangguan jiwa," tutur dokter kandungan sekaligus seksolog, dr. Boyke Dian Nugraha, beberapa waktu lalu.

img_title Eks Sekjen MPR Pakai Uang Korupsi Buat Renovasi Rumah hingga Nikahkan Anaknya

Hubungan seks.

Photo :
  • Times of India

Untuk kasus tersebut, tentu harus ada diagnosa dari tenaga medis profesional serta terapi lebih lanjut. Menurut dokter Boyke, penting sejumlah terapi diberikan agar gangguan hiperseksual bisa diatasi sehingga tak mengganggu jalannya pernikahan atau hubungan dengan pasangan.

img_title Biaya Nikah Jennifer Coppen-Justin Hubner Tembus Rp6 Miliar, Siapa yang Bayar?

"Salah satu terapi diberikan dengan pendekatan ke arah agama. Karena di terapi seks, selain psikis,  hormonal, juga terapi-terapi spiritual. Banyak dzikir bagi yang muslim, ke gereja untuk non muslim. Dan alihkan keinginan seks pada hal-hal lebih positif karena seks itu energi dan itu bisa dialihkan," tuturnya.

Salah satu tanda hiperseks sendiri dilihat dari keinginan pasangan untuk bercinta berkali-kali dan tak nampak puas. Bahkan, pengidap hiperseks seringkali akhirnya memilih selingkuh atau 'nambah' istri demi memuaskan nafsunya.

"Biasanya mereka kalau tidak selingkuh, nambah istri. Pada beberapa pria yang artinya merasa dirinya kelainan, karena mereka tidak pernah puas dengan pasangan," tuturnya.

Dikutip dari laman Very Well Mind, saat ini, gangguan hiperseksualitas ditandai dengan gangguan kontrol impuls dan kecanduan perilaku. Gangguan perilaku seksual kompulsif (CSBD) diklasifikasikan di bawah Klasifikasi Penyakit Internasional, revisi ke-11 (ICD-11), sebagai gangguan kontrol impuls.

Ini mendefinisikan CSBD sebagai pola kegagalan yang terus-menerus untuk mengontrol impuls atau dorongan seksual yang intens dan berulang yang dihasilkan dalam perilaku seksual yang berulang. Gejalanya meliputi:

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut