Berisiko Tinggi COVID-19, Pasien Kanker Perlu Vaksin Monoklonol untuk Perlindungan Ekstra

Ilustrasi vaksin COVID-19.
Sumber :
  • Pexels/Maksim Goncharenok

VoxPop Lifestyle – Pasien kanker merupakan salah satu kelompok rentan terhadap risiko penyebaran COVID-19. Mereka berisiko tinggi karena sistem kekebalan yang terganggu.

img_title Rambut Beruban Ternyata Bisa Jadi Tanda Tubuh Melawan Kanker? Ini Temuan Studi Terbaru

Kekebalan tubuh pasien kanker lemah sehingga tubuh mereka kurang mampu melawan penyakit dan infeksi, termasuk virus penyebab COVID-19. Pasien kanker memiliki risiko lebih tinggi mengalami keparahan, perawatan di rumah sakit dan kematian akibat COVID-19.

Salah satu penyebabnya adalah kondisi respons imun pasien yang belum cukup memadai untuk memberikan proteksi terhadap penyakit/infeksi, salah satunya virus SARS-Cov-2, penyebab COVID-19. Kondisi tersebut dapat berasal dari kanker itu sendiri maupun efek samping dari terapi kanker.

img_title Pertama Kali Sejak Pandemo Covid-19, China Gagal Capai Target Pertumbuhan Ekonomi

Ilustrasi kanker.

Photo :
  • Times of India

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Hemato-Onkologi Medik, dr. Jeffry Beta Tenggara, Sp.PD-KHOM, menjelaskan bahwa ada beberapa klasifikasi pasien kanker yang rentan terhadap COVID-19.

img_title Sambut Hari Anak Nasional 2026, Ada Buku Pendamping Psikososial Hadir untuk Menguatkan Anak Pejuang Kanker

"Pertama yang sedang menjalani kemo. Akan Diikuti fase aplasia, ditandai dengan penurunan Hb, leukosit, trombosit. Saat leukosit turun kekebalan tubuh turun juga," jelasnya dalam webinar AstraZeneca '#LindungiYangRentandariCovid: Apakah Pasien Kanker Bisa Terlindungi Secara Optimal dari COVID-19?', Kamis 15 Desember 2022.

Kelompok rentan lainnya adalah pasien yang menjalani intensif radioterapi, misalnya di daerah tulang belakang atau panggul di mana itu juga akan terjadi penurunan sel darah. Selanjutnya, kelompok pasien yang menjalani stem cell transplant dalam enam bulan terakhir di mana mereka juga bisa aplasia.

Sama dengan orang yang tidak mengidap kanker, kelompok rentan ini juga perlu mendapat perlindungan melalui vaksin. Sayangnya, respons vaksin pada pasien kanker tidak sebaik orang nonkanker. Meskipun antibodi tetap lebih baik dibandingkan yang tidak mendapat vaksin.

Dokter Jeffry menegaskan, meskipun pasien sedang melakukan pengobatan aktif atau maintenance, vaksin tetap bermanfaat sebagai perlindungan. Sebab, antibodinya menjadi lebih tinggi.

“Terdapat kelompok pasien kanker yang berisiko belum mendapatkan perlindungan yang sama optimalnya dengan masyarakat sehat, bahkan setelah pemberian vaksin. Maka pada kelompok pasien tersebut, imunisasi pasif berupa antibodi monoklonal dapat menjadi opsi sebagai extra protection,” tambah dokter Jeffry.

Ilustrasi vaksin

Photo :
  • VoxPop/ David Rorimpandey

Antibodi monoklonal menargetkan Spike Protein Virus COVID-19 sebagai pencegahan (Preexposure Prohylaxis/PrEP) terhadap Infeksi SARS-CoV-2. Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan, antibodi monoklonal dapat mencegah terjadinya infeksi COVID-19 pada Kelompok Rentan, salah satunya adalah pasien kanker.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut